weradio.co.id

Satria Tama dan Kartika Ajie Gemilang, Stok Kiper Indonesia Melimpah

Penjaga gawang adalah tembok terakhir dalam permainan sepakbola. Penjaga gawang adalah posisi di dalam permain sepakbola yang memiliki keistimewaan tersendiri. Dimana ia satu satunya pemain yang boleh menyentuh bola dengan tangan. Kesuksesan penjaga gawang bisa dilihat dari seberapa banyak ia melakukan penyelamatan gemilang, juga seberapa banyak gawangnya tidak kebobolan.

Di Indonesia sendiri banyak penjaga gawang hebat yang melegenda. Ada Ronny Pasla yang dengan kehebatannya pernah menahan tendangan penalti Pele. Hendro Kartiko, kiper terbaik se-Asia (2000). Dan nama-nama lain seperti Feri Rotinsulu, Markus Horison, sampai dengan Kurnia Meiga.

Dan nampaknya Indonesia tidak perlu khawatir untuk mencari kiper kiper terbaik di masa yang akan datang. Pada pagelaran SEA Games ke-29 di Malaysia kali ini, ada dua sosok penjaga gawang yang silih berganti menjaga gawang Indonesia. Meskipun pada akhirnya, kita tidak bisa meraih emas di cabang sepakbola setelah kalah 1-0 dari tuan rumah Malaysia.

Kurniawan Kartika Ajie (Persiba) dan Satria Tama (Gresik United), meraka adalah dua penjaga gawang yang kerap kali melakukan penyelamatan gemilang selama babak penyisihan grup diSEA Games kali ini. Total kebobolan keduanya hanya satu kali kebobolan selama penyisihan dan satu kali kebobolan di semifinal. Kurniawan Kartika Ajie sendiri selama fase grup sudah melakukan penyelamatan sebanyak tujuh kali. Namun, ia mengalami cedera kala menghadapi Timor Leste dan digantikan dengan Satria Tama yang tercatat sudah melakukan penyelamatan sebanyak lima kali selama fase grup.

Melihat keduanya bermain, silih ganti menjaga gawang Indonesia dari kebobolan. Meski emas tak dapat diraih, melihat kedua penjaga gawang muda ini, rasa-rasanya gawang Indonesia di kemudian haripun akan tetap sulit untuk dibobol lawan.

Kamu kidal? Coba baca 5 fakta di bawah deh!

Kidal adalah seuatu kebiasaan yang unik yaitu melakukan kegiatan menggunakan tangan kiri, kalo lo biasanya menggunakan tangan kanan untuk orang-orang yang menggunakan tangan kiri disebut “kidal” atau “left hander”. Kebiasaan menggunakan tangan kiri ini bukan di sengaja loh! Ada beberapa faktor tapi masih belum ada penelitian kesehatan yang menjelaskan sebab seseorang menjadi kidal.

Bermain “bola”-lah Sampai ke Negeri Cina

Ada sebuh pepatah lama yang sudah tak sing lagi bunyinya ditelinga kita, “tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”. Bukan tanpa arti, kalimat pepatah yang sering kita lihat di sampul buku anak SD itu memang benar adanya. Mungkin china bukanlah negara sumber ilmu pengetahuan, tapi pepatah tersebut cukup bisa untuk merepresentasikan negeri tirai bambu itu sendiri. Apapun yang kita pakai, kebanyakan, atau mungkin semuanya bertuliskan “made in China”, kekuatan ekonomi yang mereka bangun sungguh luar biasa, maka tak heran jika kita jalan jalan ke mangga dua, maka kita akan melihat etnis tionghoa yang berwirausaha.

Tapi, untuk saat ini pepatah itu mungkin sudah berubah. Bukan tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, tapi bermain bola-lah sampai ke negri China. China? Ya betul China. Secara prestasi, tim nasional mereka tidak terlalu mencolok. Hanya menjadi juru kunci di grup C Piala Dunia 2002, runner up di Piala Asia tahun 1984 dan 2004. Tapi, apa yang membuat belakangan ini cukup banyak pemain yang bermain di liga top eropa hijrah ke negeri tirai bambu tersebut.

Sebut saja, Hulk, Ramirez, Demba Ba, atau yang terakhir Carloz Tevez yang kemudian ditasbihkan menjadi pemain sepakbola dengan gaji termahal di dunia. Penyerang 32 tahun itu akan mendapat bayaran senilai 615 ribu pound sterling atau sekitar Rp 10,2 miliar per pekan. Pun begitu dengan Oscar, gelandang serang asal Brasil ini mendapatkan bayaran senilai 400 ribu pound sterling atau Rp 6,6 miliar per pekan dari Shanghai SIPG setelah ditransfer dari Chelsea dengan harga yang tidak murah tentunya.

Ada pula sebelumnya Asamoha  Gyan yang mendapat bayaran sebesar 227 ribu poundsterling (Rp 4,5 miliar) per pekan, Ramires 192 ribu poundsterling (Rp 3,7 miliar) per pekan, Jackson Martinez 240 ribu euro (Rp 3,6 miliar) per pekan, Teixeira 150 ribu poundsterling (Rp 2,9 miliar) per pekan, Guarin 88 ribu poundsterling (Rp 1,7 miliar) per pekan.

Belum lagi transfer yang jor joran dilakukan oleh kesebelasan kesebelasan China, tercatat Lavezzi yang harus ditebus dengan mahar sebesar 23,5 juta pounds atau setara dengan 425 miliar dari PSG ke Hebei China Fortune.  Kemudian, Gervinho yang dibeli oleh Hebei China fortune dengan biaya transfer sebesar 11,4 juta pounds (219 miliar). Dan juga Ramires, gelandang asal Brasil ini pindah dari Chelsea menuju Jiangsu Suning dengan biaya transfer sebesar 25 juta pounds (480 miliar)

Kita tidak bisa menafikan, bahwa ada kekuatan uang yang besar yang dimiliki oleh klub – klub asal China yang bisa menggoda para pemain top Eropa. Bila sekarang di banyak sudut kita temukan kalimat “made in China” mungkin kedepannya akan kita temukan kalimat “made for China”.  Dimana pemain top liga Eropa adalah dibuat untuk bermain di China.

Kemampuan finansial yang berlimpah, akan sangat mudah untuk menghasut manusia yang memiliki keinginan yang terus bertambah. Bermain bola hanya untuk sekedar passion, bermain dengan hati menjadi isapan jempol belaka. Torehan gelar dan kejayaan yang bisa didapat jika bermain di Eropa akan kalah, dengan bayaran yang tak masuk akal jika bermain di Negri Panda tersebut. Mungkin saja China akan menjadi sepakbola dunia. Ah klub yang sudah menggelontorkan banyak dana saja, masih sedikit prestasi. Tapi, bukan hal yang tidak mungkin suatu saat klub – klub China akan menggoda Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Dan mungkin, nanti kita bisa berucap kepada anak cucu kita, nak “bermain bola-lah sampei ke negeri China”.

Mungkin....

CONTACT US

Jl. Ragunan Raya no46, Jatipadang
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12540 

(021) 7823282

 

Recent comments

Popular tags

Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…