Pengamat Ekonomi : Tarif Tol Suramadu Turun, Daya Saing Akan Meningkat

oleh

weradio.co.id – Keputusan Presiden Jokowi untuk menurunkan tarif tol Suramadu sebesar 50 persen dinilai sebagai langkah positif untuk mendorong kemajuan industri di Jawa Timur. Khususnya bisnis yang berkaitan dengan transportasi dan angkutan barang.

Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga (Unair), Soebagyo mengatakan bahwa penurunan tarif berarti menekan biaya transportasi. Dan ketika biaya transportasi lebih murah, akan berpengaruh pada meningkatnya daya saing. Terlebih saat MEA sangat dibutuhkan persaingan usaha dengan negara tetangga. Namun, tarif jembatan Suramadu yang murah itu juga harus diantisipasi oleh pengusaha di bidang penyeberangan laut. Sebab, ketika tarif tol Suramadu murah, ada potensi pengguna kapal penyeberangan akan berpindah ke Suramadu.

Soebagyo juga menambahkan, terkait keputusan bahwa tanah di ujung jembatan sisi Surabaya dan Madura bahwa warga yang mendiami lahan itu diperbolehkan mengurus sertifikat, dikatakan akan sangat berdampak terhadap perekonomian warga di sekitar Suramadu. Dengan legalitas yang kuat, warga bisa lebih leluasa mengelola asetnya. Seperti dimanfaatkan untuk buka warung, memproduksi kerajinan, atau untuk apapun yang positif guna menambah pendapatan, masyarakat bisa lebih leluasa. Tanpa khawatir dengan potensi-potensi akan dibebaskan atau direlokasi.(zum/nji)

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!