Redam Berita Hoax, Forum Anti Fitnah Bentuk Mafindo

oleh

weradio.co.id – Maraknya berita palsu alias hoax akhir-akhir ini, mendapat perhatian banyak pihak. Pasalnya, selain menyebarkan fitnah, berita hoax ini juga menimbulkan kekacauan secara nasional. Bahkan, sempat membuat pihak Istana panik dalam menangani isu hoax yang beredar di media sosial.

Sebelumnya Pemerintah terus berupaya untuk mencegah agar berita hoax tidak terus menyebar. Kebijakan-kebijakan pun dikeluarkan dengan membentuk Tim Cyber dan menerapkan sanksi-sanski, namun usaha tersebut belum bisa membuahkan hasil yang signifikan. Bahkan, tak jarang justru pihak pemerintah yang menjadi sasaran empuk penyebar fitnah tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris mengatakan, hoax semakin mudah diramu saat pemerintah tidak satu suara atau memberikan informasi berbeda-beda terhadap sebuah kebijakan atau menjawab isu. Tak heran, publik tetap menganggap hoax tersbut sebuah kebenaran, jika pemerintah lamban dan tidak responsif mengklarifikasi berbagai isu dengan data atau fakta yang komprehensif. Contoh konkretnya adalah terkait Tenaga Kerja Asing asal China, yang cukup menyita perhatian publik.

Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga mulai gerah dengan isu-isu hoax tersebut. Bahkan kini mulai ada gerakan-gerakan untuk melawan berita hoax tersbut, satu diantaranya adalah Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Forum yang dibentuk atas keprihatinan terhadap isu hoax ini mewadahi keluh kesah masyarakat terkait hoax, khususnya warga yang berada di daerah Surabaya dan sekitarnya.

C1n03wLVQAA8xda

Mafindo sendiri awalnya terbentuk melalui Forum Anti Fitnah dan Berita Bohong yang ada di Facebook. Forum ini sendiri dicetuskan pada tahun 2015 lalu. Namun demi mendapat akses mudah dari Pemerintah dalam memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarkat, Mafindo pun di bentuk pada tahun 2016 kemarin sebagai badan hukum.

Dalam talkshow di program “Kantor Pak John” Weradio Surabaya, Ronald, Donnie, dan Sotya yang tergabung dalam Mafindo menjelaskan, Mafindo bukanlah organisasi yang memiliki struktur keorganisasian. Namun sudah menjadi badan hukum yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia. Kendati demikian, mereka tidak akan membawa Mafindo sampai ke jalur hukum, tapi lebih mengarahkan masyarakat agar cerdas terhadap berita. Nah, untuk mempermudah masyarakat untuk mengkroscek apakah berita yang beradar adalah hoax atau fakta, Mafindo memiliki website yang bisa dikunjungi, www.turnbackhoax.id.

Nah untuk terhindar dari berita hoax, Mafindo juga memberikan beberapa tips-tips mudah yang bisa anda lakukan. Pertama, Cek dari mana berita itu berasal agar tahu kredibilitasnya. Kedua, searching di google untuk mengetahui apakah berita itu benar, meski dengan judul yang tidak serupa. Nah, tips-tips tersebut bisa dipraktikkan agar anda menyaring sebelum ikut menyebarkan berita tersebut. Hati-hati penyebar berita hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan, “Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.” (joe)

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!