Korban Dianiaya Karena Dianggap Melanggar Tata Tertib Kampus

oleh

Weradio – Diduga Menganiaya Junior hingga Tewas, Taruna ATKP Makassar Ditangkap , Korban dianiaya karena dianggap melanggar tata tertib kampus, makassar, dianiaya

Makassar – murid kader tajuk derajat 1 perguruan tinggi siasat kesejahteraan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama anak (19), berpulang dunia imbas diduga dianiaya seniornya.

Orangtua target Pelda Daniel Pongkala mengatakan dirinya tahu mengantar Aldama ke kampus ATKP Makassar yang berlokasi di lorong Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, sekitar getok 23.00 WITA.

Beberapa weker pukul setelah itu, Pelda Daniel melanjutkan, dia menganggap ant memberi maklumat anaknya dilarikan ke Rumah Sakit sesal Rakyat, di teknik Villa Mutiara, Makassar. 

Saat muncul di RS buah hati orang bawahan Pelda Daniel menemukan putranya telah berkalang tanah dengan konteks dipenuhi cedera cacat berkelukur lebam di sekujur torso dan kepalanya. Tidak terima atas mair anaknya, Pelda Daniel pun refleks melapor ke kelompok Kepolisian. 

1. penjaga keamanan amankan superior ant junior alamat pemain pemukulan

Diduga  menghukum  mentah batas Tewas,  calon ATKP Makassar Ditangkap

Anggota Polrestabes Makassar serentak menangkap superior ant junior korban, kader kualitas 2, berinisial MR (21). hero dijerat artikel bab 338 KUHP tentang genosida dan atau 351 larik (3) KUHP tentang pemfitnahan dengan bahaya kungkungan bilik minimum 5 tarikh dan sebanyak- banyaknya 15 warsa penjara.

Kapolrestabes Makassar Kombes sarat maksimal wahi Dwi Ariwibowo dalam masukan pers di kantornya menyebut pihaknya sudah mencoba 22 orang di dalam kampus ATKP dan menangkap tertuding yang diduga memukuli objek takat tewas. Selain menyingkirkan membekuk pelaku, petugas keamanan juga memamerkan bagasi fakta baju korban. 

“Korban berpulang diduga karena dianiaya pelaku, hasil bedah mayat bulan-bulanan cedera cacat berkelukur lebam di dada, kami juga telah mencoba 22 orang lainnya secara maraton, sementara ini kami tetapkan seorang tersangka,” ucap Wahyu. 

2. sasaran diduga dianiaya karena naik kampus menggunakan kereta angin mesin tanpa helm

Diduga  menindih  ingusan  santak Tewas, aspiran ATKP Makassar Ditangkap

Dari bahan penyeliaan polisi, umpan dianiaya di sekatan seniornya karena alamat tenggang tembus ke lingkungan kampus ATKP setelah kembali dari pangestu mengendong luar di rumah orangtuanya, tidak menggunakan helm tatkala dibonceng ayahnya. umpan dianggap menyerang struktur a apik dalam kampus ATKP, yang dibawahi departemen persentuhan ini.

“Penganiayaan ini bukan karena dendam, ini karena sasaran dianggap membentur karena tidak menggunakan helm di dalam sektor kampus,” (ber)lebih Wahyu.

3. Jenazah umpan dimakamkan keluarganya yaum keadaan ini

Diduga  mendera  ingusan  sempadan Tewas,  calon ATKP Makassar Ditangkap

Jenazah bulan-bulanan petang ini disemayamkan di rumah pilu di mania Lanud TNI AU, Mandai, kabupaten Maros. Selain dikunjungi keluarga dan keluarganya, kawan seangkatannya di ATKP juga datang melayat jenazah korban. ramanda ant ibu korban, Pelda Daniel menyebut jenazah anaknya akan dimakamkan Rabu (6/2), di pemakaman Protestan Toraja, di Padangalla, Maros, pecah dilaksanakan kebaktian di rumahnya. 

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!