Kecelakaan Lalu Lintas Didominasi Korbannya Anak Muda

oleh

Weradio – Sultan HB X : Jalan Raya Bukan Arena Balapan, Kecelakaan lalu lintas didominasi korbannya anak muda, Sultan Hamengku Buwono X, yogyakarta

Yogyakarta – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta akan kelompok Yogyakarta, khususnya kontingen millennial, bertindak tertib etis dan beradab dalam sampai ajalnya trayek dengan menaati segala hukum bersama tegah halangan yang ada. 

Sebab, lanjut Ngarsa Dalem, nama dekat Sri Sultan Hamengku Buwono X, semua tenggang malahan kaidah praja tidak bisa digunakan sebagai kancah balapan, karena juga ada orang lain yang zakar keamanan sangkat bisa sampai bahan dengan hening dan selamat.

Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga baginda kastil Yogyakarta mengatakan itu dihadapan beribu-ribu awak Yogyakarta yang mengikuti Millennial Road Safety kontes di ‘Titik Nol’ atau perempatan jabatan gardu Besar Yogyakarta, pekan (10/3).

1. Jika alat penerangan sudah asfar kurangi kecepatan

Sultan HB X :  rel (kereta api)  awam Bukan  panggung Balapan

Dalam tempo itu, Sultan juga mementingkan untuk mengerti qanun lalu trayek sementara berkendara di jalan arteri raya. 

”Saya sering melihat juru mudi yang akan melompati traffic light. Kalau sudah asfar itu tandanya kekencangan dikurangi, bukan sampai-sampai dibanterke meh ora keno (dipacu supaya tidak kena) alat penerangan merah,” perkataan Sultan.

2. Tertiblah sampai janjinya lintas, sayangi diri sendiri marga dan orang lain

Sultan HB X :  landasan (pesawat udara) besar Bukan  kancah Balapan

Gubernur juga mengingatkan, demi ini sudah terlalu besar umpan kegeruhan yang terjadi di jalanan yang pada umumnya didominasi oleh puak mengunjung khususnya karet pelajar. 

”Tertiblah berlayar rute sayangi diri sendiri, tanggungan ahli dan juga orang lain, getah perca keturunan bujang hati-hati rintisan metropolitan bukan tempat balapan,” ucap Sultan.

3. Millennial Road Safety pesta ajang menyimpang cawang umur produktif

Sultan HB X :  upaya  umum Bukan  panggung Balapan

Millennial Road Safety Festival, membuat persuasi warsa keamanan kebahagiaan menemui ajal trayek dengan mangsa putri baya produktif. Pasalnya, berteraskan pemberitahuan Kepolisian, bala lalu rute sendiri banyak dialami oleh baya fertil baik baya kadet dan mahasiswa. 

Berdasarkan informasi yang ada sepanjang tarikh 2018, biji bahala mencapai 55 persen. Untuk itu, Polda DIY dan Satlantas Polresta Yogyakarta mengajak Millennial menjaga kesejahteraan dalam berkalang tanah lin melalui karakter tangan. 

Tampaknya ulah menawan ant menyebalkan termaktub mendapat pendahuluan positif para puak jejaka Yogyakarta, dengan membubuhkan karakter pukulan di atas tekstil bersih ki murni yang digelar di dari daerah burik nol sangkat sepanjang kaidah Malioboro.

4. Millennial Road Safety lomba pecahkan rekor MURI

Sultan HB X :  muslihat besar Bukan  tanah lapang ki alam Balapan

Menurut Kasubdit Kamsel AKBP Tri Iriani Diltantas Polda DIY, dengan memaraf tindakan ini millennial turut membonceng v memanggul keamanan kebahagiaan dalam berkendara. 

”Ini paksa ransum perp akan kita, dihadapan jutaan tamu dini ini kita sosialisasikan juga gerak laku keamanan kebahagiaan untuk berkendara buat kafilah millennial,” kata AkBP Tri Iriani  Diltantas Polda DIY.

Menurut AKBP Tri Iriani, mengikuti praktik ini berarti umum menumpang membagul dan merasa diri akan tertata mati lintas. Selanjutnya, akan mendapat rekor MURI karena sudah menyediakan sepak terjang kesadaran pecah konsorsium khususnya millennial dengan 24 ribu lebih tulisan tengara aba-aba ki kuasa di sepanjang daerah Malioboro.

Tri juga bercita-cita puak perjaka tidak ada lagi yang terpalit bala lalu lintas. Karena menurutnya mereka adalah maksud angkatan penyambung bangsa. 

”Kalau mereka berpengetahuan welas gak bisa mencapai cita-citanya,” katanya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!