Health 8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

oleh

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv. OCD adalah gangguan mental kronis, lho!

Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Bila tidak dilakukan, penderita OCD akan diliputi kecemasan atau ketakutan.

Penderita OCD terkadang sudah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya berlebihan, tetapi tetap merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghindarinya. Salah satu penyanyi asal Amerika, Lauv, juga mengalami gangguan mental OCD yang diluapkannya dalam lagu terbarunya, Sad Forever.

Menurut RollingStone, Lauv akan mendonasikan semua hasil keuntungan dari lagu Sad Forever untuk organisasi kesehatan dunia termasuk di antaranya Bring Change to Mind (Amerika Serikat), Time to Change (Inggris), Mind HK (Hong Kong) dan Beyond Blue (Australia).

Apa itu gangguan mental OCD? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

1. OCD dapat menyebabkan kecemasan yang signifikan

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

Penderita OCD mungkin akan mengalami kecemasan yang parah sebagai hasil dari pikiran yang obsesif. Seringkali, dorongan atau kompulsi digunakan untuk mengurangi kecemasan yang disebabkan oleh obsesi.

OCD ditandai oleh obsesi dan kompulsi, tetapi cara-cara di mana gejala OCD bermanifestasi berbeda dari orang ke orang. Ada beberapa subtipe OCD, termasuk obsesi dengan kebersihan, obsesi dengan simetri, dan ketertiban.

2. Banyak orang dengan OCD memiliki wawasan tentang gejala-gejala mereka

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

Pada umumnya penderita OCD mungkin akan mengenali ketidakrasionalan atau kelebihan dari obsesi atau kompulsi. Hal ini bisa menjadi salah satu aspek gangguan yang paling membuat frustasi.

3. OCD memengaruhi sekitar 2,5 persen orang seumur hidupnya

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

Tidak ada perbedaan dalam tingkat OCD antara pria dan wanita ataupun semua budaya dan etnis yang dipengaruhi. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan mengembangkan gangguan ini, termasuk: umur, jenis kelamin, genetik, struktur otak, dan pengalaman hidup yang traumatis.

4. Gejala OCD biasanya dimulai pada masa remaja dan dewasa dini

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

Namun, anak-anak pada usia dini dapat terpengaruh OCD. Meskipun jarang, OCD juga dapat dimulai pada akhir masa dewasa. Biasanya, kebanyakan orang didiagnosis pada usia 19 tahun.

5. Satu gen OCD belum diidentifikasi

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

Mengembangkan OCD adalah hasil dari interaksi yang kompleks antara pengalaman hidup dan faktor risiko genetik. Sementara tidak ada gen tunggal yang telah diidentifikasi, para peneliti tahu ada hubungan genetik dari studi kembar yang menunjukkan ketika satu kembar memiliki OCD, yang lain lebih mungkin untuk mengembangkan kondisi tersebut.

6. OCD tidak dapat didiagnosis menggunakan tes darah atau X-Ray

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

Jika kamu mengira menderita OCD, kamu perlu menemui ahli kesehatan mental terlatih, seperti psikiater atau psikolog untuk mendapatkan diagnosis. Gejala OCD menyerupai penyakit lain, jadi penting untuk mencari bantuan profesional.

7. Stres dapat membuat gejala OCD lebih buruk

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

Menjaga tingkat stres tetap terkendali akan membantu mengurangi keparahan dan frekuensi gejala OCD. Jadi, jangan sampai stres ya!

8. OCD adalah gangguan mental kronis

8 Fakta OCD, Gangguan Mental yang Diderita Penyanyi Lauv

Fokus penderita OCD harus pada manajemen gejala sehari-hari, daripada menyembuhkan diri sendiri dari kondisi tersebut. Jadi, jangan pernah meremehkan gangguan mental OCD yang dialami beberapa orang karena OCD termasuk gangguan mental kronis.

Itulah beberapa fakta tentang gangguan mental OCD yang mungkin tidak hanya dialami penyanyi Lauv. Semoga bermanfaat ya!

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!