News Kecanduan Main Game, Puluhan Anak Terapi Mental di RS Jiwa Semarang 

oleh

Kecanduan Main Game, Puluhan Anak Terapi Mental di RS Jiwa Semarang . Kecanduan main gim bikin anak-anak gampang marah

Semarang – Wakil Direktur Medik Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Amino Gondohutomo Semarang, Erlina Rumanti, mengatakan sejak dua bulan terakhir pihaknya menerima laporan dari sejumlah orangtua yang mengeluhkan adanya perubahan perilaku anak-anak mereka di lingkungan rumah.

Menurutnya, ada orangtua yang rutin berkonsultasi ke rumah sakitnya karena perilaku anak mereka berubah drastis sejak dikenalkan dengan permainan atau gim di gawai (gadget). 

1. Kecanduan main gim bikin anak-anak gampang marah

Kecanduan Main Game, Puluhan Anak Terapi Mental di RS Jiwa Semarang 

Menurut Amino, perubahan perilaku yang terjadi bervariasi mulai kehilangan fokus berjalan hingga kecenderungan mengurung diri terlalu lama di dalam rumah.

“Saat ditegur, si anak berontak dan tiba-tiba marah-marah tidak terkendali. Kemudian ada juga yang mengeluhkan prestasi anaknya di sekolah merosot drastis. Ini yang dikhawatirkan mereka. Lalu beberapa anak dibawa kemari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Erlina kepada , Selasa (19/6).

2. Sebanyak 20 anak menjalani terapi mental di RSJ

Kecanduan Main Game, Puluhan Anak Terapi Mental di RS Jiwa Semarang 

Dia mengatakan, jumlah anak yang dibawa berobat ke rumah sakitnya tak kurang ada 20 orang. Rata-rata mereka berusia 19 tahun ke bawah. Sementara untuk total pasien umum RSJ  didominasi pasien laki-laki berusia 20-50 tahun dengan berbagai faktor penyebab.

“Faktornya banyak, mulai dari masalah ekonomi, pengangguran, masalah keluarga dan lainnya. Tapi baru-baru ini lagi ramai yang menjalani terapi psikis akibat main gim. Itu sangat mempengaruhi tingkat emosionalnya, di mana dia jadi mudah marah, perilakunya tertutup, dan mengabaikan teguran dari orangtuanya,” tutur Amino.

3. Deteksi dini gangguan mental bisa dilakukan lewat aplikasi Sidewa

Kecanduan Main Game, Puluhan Anak Terapi Mental di RS Jiwa Semarang 

Pihaknya menyarankan kepada orangtua yang menemukan gejala gangguan mental tersebut supaya segera memeriksakan anaknya ke rumah sakit. Pemeriksaan dini, katanya, bisa menanggulangi penyakit yang menjurus lebih serius.

Apalagi, WHO resmi memasukkan perilaku kecanduan gim ke dalam versi terbaru International Classification of Diseases (ICD) Internasional.

“Perilaku yang adiktif seperti bermain gim lebih dari tiga jam, saat ini telah didefinisikan dalam gejala gangguan mental. Ini juga sesuai apa yang disampaikan oleh WHO,” tuturnya.

Pihaknya saat ini telah membuat aplikasi bernama Sidewa yang bisa dimanfaatkan untuk melayani konsultasi gangguan kejiwaan dan mental secara online.

“Aplikasinya tinggal diunduh di app store, dan kita bisa mengecek gangguan mental maupun kejiwaan secara dini lewat aplikasi tersebut,” tutur Erlina.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!