Harga di Peternak Naik, Kementan Klaim Harga Ayam di Konsumen Stabil

oleh

Harga di Peternak Naik, Kementan Klaim Harga Ayam di Konsumen Stabil. Pihak Kementan mengatakan sebaiknya masyarakat tidak perlu khawatir dengan kenaikan yang terjadi pada ayam potong di tingkat peternak.

Jakarta – Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian (Kementan), Sugiono menyatakan kenaikan ayam potong di tingkat peternak semakin meningkat sejak tiga hari lalu. Namun hal ini tidak akan berpengaruh pada kondisi harga ayam daging di tingkat konsumen.

“Tidak ada pengaruhnya karena harga ayam hidup di peternak sama harga daging di konsumen itu beda acuannya,” ujar Sugiono dalam keterangan tertulis, Selasa (2/7/2019).

Sugiono mengatakan sebaiknya masyarakat tidak perlu khawatir dengan kenaikan yang terjadi pada ayam potong di tingkat peternak. Sebaliknya, semua pihak harus bisa menjaga kondisi ini agar bertahan selama mungkin.

“Kalau bisa kenaikan ini terkendali supaya kesejahteraan peternak juga meningkat dan konsumen senang. Kalau harga di pasaran harus stabil terus. Itulah yang kita harapkan bersama,” ujarnya.Sementara untuk kondisi harga yang mengalami disparitas, Sugiono berharap ada tindakan tegas dari penegak hukum kepolisian, KPPU, maupun pengawas di kementerian lain kepada broker atau bakul yang bermain di hilir.

“Mereka yang mempermainkan harga harus ditindak tegas karena sangat merugikan masyarakat. Artinya kalau masih ada yang begitu harus ditindak tegas baik pidana maupun sanksi lainnya,” katanya.

Sementara di sisi produksi, kata Sugiono, tiga provinsi di pulau Jawa, yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah masih mendominasi usaha peternakan ayam rakyat. Dari tiga daerah ini, populasi ayam terus surplus hingga harus dilakukan pengiriman ke daerah lain.

“Tapi sekarang di luar pulau Jawa, seperti di Papua, Kalimantan dan daerah lain juga mulai menunjukkan perkembangan ternak yang sangat baik. Tentu ke depan wilayah lain juga menjadi sentra demi terwujudnya pemerataan,” terangnya.Sebelumnya, dikatakan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani bahwa ada kenaikan harga ayam hidup atau live bird (LB) di tingkat peternak pada beberapa hari terakhir.

“Alhamdulillah, harga LB perlahan sudah naik, hal ini membuktikan upaya bersama Kementan bersama stakeholder perunggasan mulai membuahkan hasil,” ujarnya.

Harga serupa juga terjadi di tiga wilayah sentra produksi ayam potong, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sejauh pantauan tim monitoring dan investigasi Kementan, tiga wilayah itu mengalami kenaikan.

Data Petugas PIP Ditjen PKH pada tiga Provinsi mencatat harga Live Bird (LB) sebesar 5,7% dari harga Rp 12.300 menjadi Rp 13.000 harga tersebut berlangsung di wilayah Jawa Barat. Hal serupa juga terjadi di Jawa Tengah di mana ada peningkatan harga LB sebanyak 8,5% dari Rp 8.431 menjadi Rp 9.167, sementara di Jawa Timur kenaikan harga LB sebesar 14,2% dari harga Rp 10.191 menjadi Rp 11.636.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!