Terganjal Lahan, Penyelesaian 2 Bendungan di Bogor Molor Setahun

oleh

Terganjal Lahan, Penyelesaian 2 Bendungan di Bogor Molor Setahun. Seharusnya, kedua proyek bendungan ini selesai akhir tahun ini.

JAKARTA, News – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah memastikan, penyelesaian konstruksi dua bendungan di wilayah Bogor, yakni Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi, molor dari target.

Semula, kedua bendungan tipe dry dam yang dibangun sebagai pengendali banjir di kawasan DKI Jakarta tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2019 ini.

“Ada perbaikan jadwal, selesainya sekitar akhir 2020,” kata Bambang kepada News, Jumat (26/7/2019).

Pembebasan lahan, menurut dia, menjadi salah satu kendala lambannya pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan.

Rampung, Bendungan Sei Gong Mulai Diisi Air

Untuk diketahui, pembangunan Bendungan Sukamahi membutuhkan lahan sekitar 46,6 hektar dengan anggaran Rp 436,97 miliar, sedangkan Bendungan Ciawi 76,6 hektar dengan anggaran Rp 798,3 miliar.

Saat ini, proses pembebasan lahan sendiri telah mencapai 80 persen untuk Bendungan Ciawi dan 85 persen untuk Bendungan Sukamahi. Dalam waktu dekat, konstruksi saluran pengelak ditargetkan selesai.

“Sekarang untuk Ciawi sudah 21 persen konstruksinya, Sukamahi sudah 24 persen,” ungkapnya.

Sesuai data teknis, proses reduksi banjir akan dimulai dari Bendungan Ciawi. Tanpa bendungan, debit air di Sungai Ciliwung mencapai 365 meter kubik per detik.

Sementara dengan adanya bendungan debit air turun menjadi 253,25 meter kubik per detik. Artinya, terjadi penurunan hingga 30,6 persen.

Reduksi kemudian dilanjutkan dengan keberadaan Bendungan Sukamahi, Bendungan Katulampa, Pintu Air Depok hingga Pintu Air Manggarai.

Di Bendungan Sukamahi, misalnya, bila tanpa bendungan debit air mencapai 56,52 meter kubik per detik. Setelah ada bendungan turun menjadi 41,05 meter kubik per detik.

Sementara debit air di Bendungan Katulampa akan turun menjadi 427,84 meter kubik per detik dari sebelumnya 563,11 meter kubik per detik.

Adapun debit air di Pintu Air Manggarai turun 11,9 persen dari 655,03 meter kubik per detik menjadi 577,05 meter kubik per detik.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!