Menguak Fenomena Kesurupan dari Kacamata Magis hingga Psikologi

oleh

Menguak Fenomena Kesurupan dari Kacamata Magis hingga Psikologi. Bagaimana pandangan dunia psikologi dan magis tentang fenomena kesurupan?

Belum lama ini karyawan restoran Ruben Onsu mengalami kesurupan massal. Kejadian itu menyebar di media sosial dan membuat publik kaget. Terlebih, banyak sumber menjelaskan, kejadian itu ulah santet rekan artis yang membenci Ruben.

Fenomena kesurupan sejatinya bukan hal baru di masyarakat Indonesia. Kejadian itu sering terjadi, terlebih ada kisah mistis di baliknya. Misalnya penebangan pohon tua, perubuhan rumah tua, atau membangun rumah atau sekolah di atas makam.

Tapi, sampai sekarang kebanyakan orang masih beranggapan kesurupan adalah ulah makhluk ghaib yang ingin menguasai tubuh manusia. Kesurupan terjadi juga karena jiwa manusia lemah dan itu jadi sasaran empuk arwah gentayangan.

Namun, tahukah Anda apa sebetulnya kesurupan? Untuk menjawab pertanyaan itu, coba mewawancarai dua sumber yang bisa dibilang bertolak belakang; perempuan indigo Furi Harun dan psikolog Meity Arianty. Ya, yang satu dari sisi magis, yang satu sisi ilmu psikologi.

Kamis Mistis

Kesurupan dari kacamata magis

Menurut penjelasan Furi Harun, kesurupan merupakan kondisi di mana tubuh manusia dirasuki makhluk halus, bisa jin atau setan. Ketika makhluk itu sudah menguasai tubuh manusia, dia bisa berbuat apapun.

Nah, terkait dengan penyebab kenapa orang bisa kesurupan, Furi menyatakan, itu berhubungan dengan bagaimana si manusia sendiri. Maksudnya, apakah dia kurang dekat dengan Tuhan atau memang dalam kondisi sangat lemah.

“Penyebab kesurupan itu bisa karena kurang doa, kondisi mental drop, banyak pikiran, terlalu ketakutan, atau pikiran kosong,” terang Furi pada melalui pesan singkat, Kamis (1/8/2019).

Selain kondisi itu, orang bisa kesurupan juga karena dia dipengaruhi guna-guna yang dikirimkan seseorang. “Energi” itu yang akhirnya membuat orang bisa mudah dirasuki setan atau jin.

Kesurupan dari kacamata psikologi

Pada , Psikolog Mei menjelaskan kalau kesurupan berdasar KBBI ialah fenomena kemasukan setan atau roh jahat. Jadi, seperti seseorang kemasukan sesuatu secara spiritual.

Dia melanjutkan, kesurupan dalam budaya Indonesia diidentikan dengan mistis atau klenik atau hal yang berbau hantu-hantuan.

“Saya sendiri tidak mengetahui persis kesurupan yang dimaksud di sini karena dalam dunia psikologi, diagnostic and statistical manual of mental disorders (DSM) itu punya beberapa gejala yang biasanya menyerang orang kesurupan,” ungkap Mei.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!