Platform Digital Tamasia Targetkan Jual 100 Kg Emas

oleh

Platform Digital Tamasia Targetkan Jual 100 Kg Emas. Tamasia optimistis target penjualan emas dan pengguna baru dapat tercapai seiring dengan pihaknya yang akan lebih banyak menggaet partnership business to business.

News, JAKARTA – Tamasia, perusahaan rintisan penyedia jasa transaksi jual dan beli emas fisik lewat jalur pemasaran digital, menargetkan akan menjual lebih dari 100 kilogram emas pada tahun ini.

Co-Founder dan CEO Tamasia Muhammad Assad mengatakan bahwa pihaknya menargetkan hingga akhir tahun ini jumlah pengguna aplikasi mencapai 500 ribu user dengan rata-rata transaksi sekitar 3.000 transaksi per hari.

“Oleh karena itu, kira-kira untuk tahun ini kami berharap dapat menjual lebih dari 100 kilogram hingga 150 kilogram emas fisik melalui aplikasi kami,” ujar Assad saat acara Coffee Talk Tamasia di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Assad mengaku optimistis target penjualan emas dan pengguna baru Tamasia dapat tercapai seiring dengan pihaknya yang akan lebih banyak menggaet partnership business to business. Adapun, saat ini Tamasia telah bekerja sama dengan Paytren dan Kudo.

Selain itu, Asssad mengungkapkan saat ini pihaknya telah memiliki total 200.000 pengguna dengan 70% dari angka tersebut merupakan milenial dengan rentan umur 20 tahun hingga 40 tahun. Transaksi dari setiap pengguna pun beragam dengan rata-rata pembelian minimum sebesar Rp10.000 hingga Rp150.000.

Sementara itu, dia mengaku dalam 3 bulan terakhir pihaknya berhasil membukukan kenaikan transaksi yang cukup signifikan seiring dengan reli penguatan harga emas dunia dalam beberapa perdagangan terakhir.

“Transaksi kami naik hampir 125% dalam satu bulan terakhir, dari Juni hingga Juli. Hampir 1,5 kali lipat. Jadi dengan harga emas yang naik saat ini, transaksi kami pun berhasil meningkat,” papar Assad.

Sebagai informasi, sepanjang tahun berjalan harga emas di pasar spot telah bergerak naik 15,62% dan dalam 1 bulan terakhir kenaikannya mencapai 6,7%.

Assad mengatakan bahwa Tamasia akan terus berupaya mengakomodasi antusiasme masyarakat untuk berinvestasi melalui instrumen emas.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga survei pemasaran Inside ID pada 2018, emas masih menjadi instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia.

Hal tersebut selaras dengan hasil survei JakPat yang turut mengungkapkan bahwa 50,8% generasi milenial menyukai emas sebagai instrumen investasi mereka. Emas dinilai menjadi favorit masyarakat karena menawarkan profil risiko rendah, nilai yang relatif lebih stabil, dan mudah dikelola.

“Kami ingin memotivasi seluruh lapisan masyarakat untuk mulai menabung emas. Kami ingin setiap masyarakat di Indonesia punya tabungan emas, karena dengan emas dapat menciptakan seluruh impian masyarakat,” ujar dia.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!