Kepala BPN Soroti Profesi Penilai Tanah

oleh

Kepala BPN Soroti Profesi Penilai Tanah. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyebut perlu ada peningkatan standar profesi tim penilai pertanahan. Sehingga nilai ganti rugi tanah untuk proyek bisa lebih ideal.

JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyebut perlu ada peningkatan standar profesi tim penilai pertanahan. Sehingga nilai ganti rugi tanah untuk proyek bisa lebih ideal.

Nilai ganti rugi merupakan aspek yang sangat penting bagi pemilik tanah yang terkena dampak pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Nilai ganti kerugian berasal dari hasil penilaian penilai yang ditetapkan oleh ketua pelaksana pengadaan tanah.

Penilai adalah penilai pertanahan yang mendapat izin dari . Dalam melakukan tugasnya, penilai wajib melakukan penilaian secara independen, profesional dan sesuai Standar Penilaian Indonesia.

Pada prinsipnya, pengadaan tanah untuk kepentingan umum adalah pembebasan tanah yang bersifat memaksa. Di mana pemerintah dapat membebaskan tanah dari pemiliknya dengan memberikan ganti rugi.

Asas keadilan perlu ditekankan dalam proses ganti rugi, sehingga yang diberikan kepada pemilik tanah tidak boleh mengakibatkan penurunan taraf hidup. Sebagai seorang penilai pertanahan yang profesional, sudah pasti harus mengedepankan nilai-nilai standar profesi yang terkandung dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

“Di masa yang akan datang nanti, profesi penilai tanah akan sangat dibutuhkan mengingat profesi ini sangat membantu peran pemerintah dalam proses pengadaan tanah bagi pembangunan infrastuktur. Untuk itu saya harapkan dengan memperkuat standar profesi dalam penilai tanah, maka semakin terhormat dan semakin dihargai profesi ini,” ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (18/8/2019).

Sofyan menambahkan, terkadang dalam praktik berprofesi terdapat banyak kasus yang pada akhirnya para profesi ini berlindung di balik standar profesi. Selama berpegang pada standar profesi dan dapat dipertanggungjawabkan itu tidak akan menjadi masalah.

“Dengan begitu saya menekankan agar para profesi penilai tanah ini untuk terus memperkuat standar profesi dengan cara mendisiplinkan, menekankan dan bersosialisasi supaya benar-benar memberikan penilaian tanah sesuai dengan standar profesi,” ucapnya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!