Kenaikan Iuran Mendesak, Defisit BPJS Kesehatan dari Rp1,9 Triliun Jadi Rp28,5 Triliun

oleh

Kenaikan Iuran Mendesak, Defisit BPJS Kesehatan dari Rp1,9 Triliun Jadi Rp28,5 Triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksikan BPJS kesehatan akan kembali mengalami defisit pada tahun ini.

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memprediksikan BPJS Kesehatan akan kembali mengalami defisit pada tahun ini. Di mana pada 2014 BPJS Kesehatan mengalami defisit Rp1,9 triliun. Sedangkan 2018 lalu defisit BPJS Kesehatan sudah mencapai Rp9,4 triliun.

Dia menuturkan, kenaikan iuran pada BPJS Kesehatan sudah menjadi hal yang sangat mendesak dilakukan. “Kebutuhan memang cukup mendesak. Agar sustain-kan?” tutur dia.

Dia menambahkan bahwa Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sedang mengusulkan kenaikan iuran tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saat ini ada 15 juta orang peserta yang menunggak pembayaran kepada BPJS Kesehatan. Hal tersebut memberikan dampak negatif bagi keberlangsungan BPJS Kesehatan,” pungkas dia.

BPJS Kesehatan

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!