Cerita 30 Ton Sampah Di Balik Keramaian Festival Jak-Japan Matsuri

oleh

Cerita 30 Ton Sampah Di Balik Keramaian Festival Jak-Japan Matsuri. Harapannya masyarakat bisa lebih menjaga kebersihan lingkungan dari sampah

JAKARTA, News – Puluhan kardus tampak menghiasi festival Jak-Japan Matsuri 2019 yang diadakan di Gelora Bung Karno, 7-8 September 2019 yang lalu. Puluhan tempat sampah dapat ditemukan diseluruh penjuru venue acara ini.

Satu set tempat sampah yang terdiri dari tiga kotak kardus yang disarungkan kantong plastik berwarna putih.

Di atas tiap kardus tertulis kategori sampah yang boleh dimasukan, yang terdiri dari sampah daur ulang, sampah non daur ulang, dan sampah organik.

Terlihat juga puluhan orang berkaus putih-hijau dengan sarung tangan tengah memisahkan sampah dengan sebuah jepitan besi, sementara sebagian memungut sampah yang ada di tanah.

Para relawan ini tergabung dalam komunitas Jakarta Osoji Club yang ikut berpartisipasi meramaikan festival ini.

“Osoji berasal dari kata Jepang, yang artinya bersih-bersih. Di Jepang ada organisasi serupa namanya ‘Green Bird’, tapi kita di sini berdiri sendiri,” kata Joseph, Koordinator Komunitas Jakarta Osoji Club.

Klub yang telah berdiri sejak 2012 ini memiliki sekitar 300 orang anggota. Osoji Club sendiri tidak hanya ada di Jakarta, tetapi telah merambah ke beberapa daerah di Indonesia seperti Banyuwangi, Bulukumba, dan Palembang.

Dengan membawa pesan untuk terus menjaga kebersihan, dalam partisipasinya di Jak Japan Matsuri 2019, komunitas ini memusatkan aktivitasnya pada dua kegiatan utama.

Kegiatan pertama adalah dengan menerjukan petugas yang selalu berkeliling ke seluruh area venue untuk membersihkan sampah yang tidak dibuang di tempatnya.

Hal ini dilakukan agar pengunjung merasa segan untuk membuang sampah sembarangan karena terdapat petugas yang akan langsung memungut sampah yang tidak dibuang di tempat sampah.

Dengan venue yang selalu bersih, pengunjung juga diajak untuk menumbuhkan rasa malu bila mengotori lokasi dengan membuang sampah sembarangan.

Kegiatan kedua yakni dengan mengajak pengunjung untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan.

Peserta akan diajak berkeliling acara dan memungut sampah yang dibuang sembarangan, mendapatkan sosialisasi dari aktivis lingkungan, dan memilah dan memisahkan sampah sesuai dengan kategori.

Peserta juga akan mendapat penghargaan dalam bentuk piagam dan suvenir.

Selain partisipasi dalam event, Jakarta Osoji Club memiliki agenda rutin setiap dua minggu sekali yakni membersihkan sampah Car Free Day (CFD).

Untuk bergabung dengan kegiatan komunitas ini, dapat melihat informasi kegiatan di laman Instagram dan facebook resmi Jakarta Osoji Club dan langsung berpartisipasi tanpa syarat tertentu.

“Menurut data tahun lalu, pada hari pertama festival Jak Japan Matsuri 2018 kita membersihkan sekitar 7,5 ton sampah dan pada hari kedua sampah mencapai 20 ton. Ini masih dalam batas wajar, karena setiap acara memiliki volume pengunjung juga tipe sampah yang berbeda. Biasanya kalau closing acara itu bisa mencapai 30 ton sampah yang harus dibersihkan dalam 1 hari,” ujar Joseph.

Joseph berharap permasalahan sampah dapat berkurang dengan cara pengunjung dan penjual makanan dapat membawa sendiri dan menyediakan tempat makan yang dapat digunakan kembali daripada menggunakan plastik sekali pakai.

Ia juga berharap masyarakat lebih peka dan paham pada kebersihan terutama di tempat publik.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!