BPK Temukan 14.965 Masalah, Nilainya Mencapai Rp10,35 Triliun

oleh

BPK Temukan 14.965 Masalah, Nilainya Mencapai Rp10,35 Triliun. Ringkasan dari 692 laporan hasil pemeriksaan (LHP)

Jakarta – Selama semester-I tahun 2019, Badan Pemeriksaan Keuangan RI (BPK) menemukan 14.965 permasalahan senilai Rp10,35 triliun.

Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara mengatakan, jumlah tersebut meliputi 7.236 permasalahan kelemahan sistem pengendalian internal lembaga, 7.636 permasalahan ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan senilai Rp9,68 triliun, serta 93 permasalahan ketidakhematan, ketidakefisienan dan ketidakefektifan senilai Rp676,81 miliar.

“Ikhtisar ini merupakan ringkasan dari 692 laporan hasil pemeriksaan (LHP) yang terdiri atas 652 LHP keuangan, 4 LHP kinerja dan 37 LHP dengan tujuan tertentu,” katanya di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Selasa (17/9).

2. LKPP tahun 2018 menghasilkan opini wajar tanpa pengecualian

BPK Temukan 14.965 Masalah, Nilainya Mencapai Rp10,35 Triliun

Sedangkan, hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2018, menghasilkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini WTP juga diperoleh 81 LKKL termasuk LK BPK dan 1 LKBUN.

“Empat LKKL memperoleh opini wajar dengan pengecualian dan 1 LKKL opini tidak menyatakan pendapat,” ujarnya.

Jumlah LKKL yang mendapat opini WTP mengalami peningkatan dari 65 persen atau sebanyak 56 LKKL pada tahun 2015, menjadi 94 persen atau sebesar 82 LKKL pada 2018.

“Artinya, pemerintah mendekati target opini WTP pada sasaran pokok pembangunan tata kelola reformasi birokrasi yang ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019, sebesar 95 persen pada 2019,” ucapnya.

3. Untuk mengungkapkan efektivitas program pemerintah

BPK Temukan 14.965 Masalah, Nilainya Mencapai Rp10,35 Triliun

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan kinerja pada semester ini dilakukan BPK antara lain mengungkapkan efektivitas program pemerintah yang berkontribusi terhadap pelaksanaan pencapaian target tujuan pembangunan, berkelanjutan telah cukup efektif.

“Sedangkan hasil pemeriksaan atas pengelolaan kegiatan penelitian dan hasil penelitian tahun 2016 semester 1 tahun 2018 kurang efektif,” tuturnya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!