Antisipasi Badan Pesawat Retak, Garuda Grounded Satu Armada Boeing 737

oleh

Antisipasi Badan Pesawat Retak, Garuda Grounded Satu Armada Boeing 737. Ada tiga armada jenis tersebut yang diperiksa

Jakarta – PT Garuda Indonesia Tbk menjalankan prosedur inspeksi dan pemeriksaan komprehensif terhadap sejumlah armada Boeing 737 NG. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyatakan bahwa Garuda Indonesia telah melakukan pemeriksaan terhadap pesawat B737-800NG yang memiliki 30 ribu siklus terbang.

“Mayoritas pesawat Boeing Seri NG yang dioperasikan Garuda Indonesia masih tergolong baru. Sehingga banyak yang belum mencapai angka flight cycle tersebut,” katanya melalui keterangan tertulis Rabu (16/10).

Hal ini dilakukan menyusul laporan Federal Aviation Administration (FAA) tentang temuan retakan di badan pesawat jenis tersebut.

1. Garuda meng-grounded satu armada B737-800NG

Antisipasi Badan Pesawat Retak, Garuda Grounded Satu Armada Boeing 737

Iksan menyebut, terdapat tiga unit Boeing NG milk Garuda yang sudah mencapai flight cycle 30 ribu. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Garuda telah melakukan antisipasi grounded pada satu armada B737-800NG yang diduga mengalami retakan pada pickle fork pesawat.

“Adapun saat ini Garuda Indonesia tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut bersama Boeing.co sebagai pabrikan pesawat atas temuan tersebut,” ucapnya.

2. Garuda akan terus melaksanan koordinasi bersama DKPPU

Antisipasi Badan Pesawat Retak, Garuda Grounded Satu Armada Boeing 737

Ia juga mengatakan, Garuda akan terus melaksanakan koordinasi intensif bersama Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan dalam menindaklanjuti laporan FAA.

“Tentunya dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan penerbangan sesuai regulasi yang berlaku”, ucapnya.

3. FAA temukan ada retakan pesawat

Antisipasi Badan Pesawat Retak, Garuda Grounded Satu Armada Boeing 737

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menginspeksi seluruh pesawat B737NG atas laporan FAA terhadap penemuan retakan di badan pesawat jenis tersebut. Laporan dari FAA tersebut terkait kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menerima laporan FAA CANIC kepada seluruh Otoritas Penerbangan Sipil Dunia (CAA) yang menyebutkan bahwa seluruh pesawat B737 NG disarankan untuk diperiksa, guna mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi pada setiap pesawat B737NG.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!