Peremajaan Sawit Diperkirakan Mencapai 120.000 Hektare

oleh

Peremajaan Sawit Diperkirakan Mencapai 120.000 Hektare. Realisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) diperkirakan bakal mencapai 120.000 hektare (ha) sampai akhir 2019 atau 60.000 ha lebih rendah dibanding target peremajaan pada lahan yang dipatok seluas 180.000 ha.

News, MANGUPURA – Realisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) diperkirakan bakal mencapai 120.000 hektare (ha) sampai akhir 2019 atau 60.000 ha lebih rendah dibanding target peremajaan pada lahan yang dipatok seluas 180.000 ha.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono memaparkan capaian yang belum sesuai target tak lepas dari realisasi peremajaan yang baru dimulai pada Juni lalu. Dia menyatakan terdapat sejumlah syarat administrasi yang direvisi sehingga peremajaan tak dimulai sejak awal tahun.

“180.000 hektare [yang belum tercapai] dalam setahun ini karena ada beberapa revisi aturan baru dieksekusi pada Juni. Saya yakin kalau dimulai sejak Januari target 180.000 hektare bisa tercapai,” kata Kasdi di Nusa Dua, Kamis (31/10/2019).

Berdasarkan catatannya, realisasi peremajaan sepanjang 2019 telah mencakup perkebunan sawit dengan luas 88.000 ha. Dengan asumsi penambahan 20.000 ha setiap bulan, ia memperkirakan total area yang diremajakan mencapai 120.000 ha.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud memperkirakan capaian peremajaan sampai akhir tahun berkisar di angka 100.000 ha. Musim kemarau yang melanda sebagian besar wilayah produksi di paruh kedua tahun ini disebutnya menjadi kendala utama dalam realisasi peremajaan.

“Kemarin peremajaan terlambat karena kemarau juga. Kalau dipaksakan tanaman bisa mati,” tutur Musdhalifah.

Berkenaan dengan sejumlah kendala yang menyelimuti realisasi peremajaan, Kasdi menyebutkan pemerintah terus berkomitmen untuk percepatan. Untuk lahan yang terindikasi kawasan hutan misalnya, dari total 3,1 juta ha yang status lahannya bermasalah, Kasdi menyebutkan sekitar 600.000 ha lahan tengah dalam proses pelepasan.

“Tumpang tindih harus diselesaikan. Ini kewenangan KLHK [Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan] tapi dalam hal koordinasi dan pembinaan dengan pekebun itu kewenangan Kementan sehingga perlu kerja sama kedua pihak,” paparnya.

Peremajaan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga produktivitas tanaman sawit dengan memperbarui tanaman sawit berusia tua. Kasdi mencatat terdapat 2,4 juta ha lahan yang berpotensi untuk diremajakan dan 360.000 ha di antaranya menjadi prioritas dengan pertimbangan kelengkapan administrasi yang lebih mudah dirampungkan.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!