Lagu Di Jenjang Desember menjadi simbol kesedihan dan pengingat akan idealisme yang dianut oleh Soe Hok Gie. Tak ada yang lebih menyenangkan dan mengharu-biru selain masa-masa di SMA.
Maka, keindahan dan kenangan masa remaja itu pula yang senantiasa mewarnai reuni aki-aki dan nini-nini dari Dupati ini, mengingat rata-rata usia mereka kini 65-66 tahun. Mungkin benar juga, usia hanya sekadar angka, kebahagiaan milik siapa saja.
Di Jenjang Desember
Dan bila senyum duka
Terawang di ufuk senja
Itu tanda ku tiada
Dan bila matahari
Terbenam di ufuk timur
Itu tanda ku tiada
Di jenjang Desember kau datang
Padaku
Kan kubimbing kelereng semeru
Kubelai rambut yang hitam
Dan kau senyum malu
Ooh indahnya Mahameru
Di ujung bibirmu kureguk cintamu
Penyegar, penghangatkan tubuhku
Burung-burung kan bernyanyi
Alampun berseri
Ooh indahnya Mahameru