JAKARTA, Weradio.co.id - Di balik senyum tenangnya dan tutur kata yang terjaga, Jasmine Vernadya Stevani, 27 tahun, menyimpan perjalanan panjang yang ditempa keras oleh disiplin, seni, dan pengabdian.
Dia bukan sosok yang gemar menampilkan diri semata, melainkan pribadi yang memilih membangun makna di setiap langkah hidupnya.
Sebuah pertemuan singkat di sebuah kafe di Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 7 Januari 2026, membuka kisah tentang seorang perempuan muda yang dengan sadar menempatkan nilai di atas citra.
Jasmine berbicara pelan, lembut, dan tenang. Namun, setiap kalimatnya terasa matang, seolah lahir dari pengalaman, bukan sekadar ambisi.
BACA JUGA:Danur: The Last Chapter, Kisah Kematian yang Mengerikan
Lulusan Fakultas Ekonomi Pembangunan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini tidak pernah membatasi dirinya pada satu jalur kehidupan.
Pendidikan menjadi fondasi awal yang dia pegang erat. Saat ini, Jasmine mengajar mata pelajaran Ekonomi dan Prakarya di sebuah SMA swasta. Di luar kelas, dia juga aktif melatih tari untuk anak-anak dari berbagai jenjang usia.
“Anak-anak tidak hanya butuh nilai akademik. Mereka juga perlu ruang untuk mengekspresikan diri dan membangun rasa percaya diri,” tutur Jasmine dengan mata berbinar.
Dunia modeling pun pernah menjadi ruang lain bagi Jasmine untuk bertumbuh. Dia menjalani berbagai proyek profesional dan menorehkan prestasi dengan meraih gelar Best Female Photo Model Jawa Timur 2020. Namun, alih-alih larut dalam sorotan lampu dan popularitas, Jasmine justru memilih kembali ke dunia pendidikan. Ia mengajar modeling dan dipercaya memimpin ajang Top Model Jawa Timur, membagikan pengalaman dan nilai yang dia miliki kepada generasi berikutnya.
BACA JUGA:Komunitas SlarasBudaya Padukan Harmoni Seni, Alam, dan Kuliner di Tana Bambu
Tahun 2025 menjadi babak baru dalam perjalanannya. Jasmine mendirikan kelas pelatihan bakat untuk anak-anak, sebuah ruang belajar yang memadukan seni, komunikasi, dan pembentukan karakter. Baginya, bakat bukan sekadar kemampuan teknis, melainkan pintu untuk mengenal diri dan menumbuhkan keberanian.
Di luar aktivitas tersebut, Jasmine juga menekuni usaha handmade, gemar menggambar, menari, dan menikmati waktu sederhana bersama kucing kesayangannya. Kehidupan yang dia jalani terasa seimbang, antara karya, pengabdian, dan ruang personal.
“Kesuksesan adalah ketika apa yang kita kerjakan bisa memberi manfaat,” ujar Jasmine menutup perbincangan.
Kalimat sederhana itu seolah merangkum seluruh perjalanan hidup Jasmine Vernadya Stevani, sebuah perjalanan yang dirajut dengan ketulusan, dedikasi, dan keyakinan bahwa hidup akan bermakna ketika dijalani untuk memberi.