Game penentu berjalan sangat ketat dengan kejar-mengejar angka hingga kedudukan imbang, 7-7.
Dukungan penuh dari penonton di GOR Sabilulungan tampaknya menjadi "pemain ketujuh" bagi Jakarta Garuda. Di sisi lain, Bhayangkara Presisi justru melakukan beberapa kesalahan sendiri di poin kritis saat tertinggal 10-9. Memanfaatkan celah tersebut, Jakarta Garuda mencapai match point 14-12 dan kemudian menutup pertandingan dengan skor 15-12.
Menekan dari servis
Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto mengakui tim asuhannya melakukan tekanan mulai dari servis untuk menghadapi juara dua musim terakhir Proliga itu.
BACA JUGA:Pelatihnya Sendiri tidak Yakin, Putri Bandung bjb Tandamata Justru Taklukkan sang Juara Bertahan
"Dengan servis yang tajam membuat Nizar sulit untuk menyerang balik. Ternyata itu berjalan dengan baik," tukas Nur dalam siaran pers yang diterima Weradio.co.id.
Selain itu, tambah Nur Widayanto, para pemain Jakarta Garuda bermain tanpa beban. "Anak-anak bermain lepas tanpa beban," tukasnya.
Kapten Jakarta Garuda Dawuda mengamini pernyataan sang pelatih. "Kami bermain lepas tanpa beban. Kami main enjoy," kata Dawuda, yang berperan sebagai opposite hitter.
Dari kubu Jakarta Bhayangkara, Pelatih Reidel Toiran mengakui kalau tim asuhannya bermain di luar performa terbaik mereka.
BACA JUGA:Jakarta Lavani Membuat Awalan Bagus di Bandung , Tundukkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi
Penyebabnya, menurut Touran, karena beberapa pemain tidak dalam kondisi fit. "Beberapa pemain kami kurang sehat," ungkap Toiran.
Jadwal Minggu, 25 Januari 2026
Putri
Jam 13.00 WIB: Jakarta Popsivo Polwan vs Jakarta Livin' Mandiri
Jam 19.00 WIB: Bandung bjb Tandamata vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia
Putra