Absennya Pelatih Alessandro Lodi mendampingi timnya di pinggir lapangan berdampak besar bagi performa Gresik Phonska Plus. Juara putaran pertama ini terlihat kehilangan arah dan ritme permainan.
Di sisi lain, Jakarta Popsivo langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal game pertama. Mengandalkan duo legiun asing, Bhethania De La Cruz dan Yonkaira Pena, Jakarta Popsivo terus menggempur pertahanan lawan. Popsivo memimpin jauh 14-8 di pertengahan game.
Meski Gresik Phonska Plus sempat mencoba bangkit melalui serangan Arnetta Putri, skor kemenangan 25-17 tetap menjadi milik Jakarta Popsivo.
Pada game kedua, Gresik Phonska Plus mencoba keluar dari tekanan. Koordinasi antara Annie Mitchem dan Shella Bernadheta membuahkan hasil dengan keunggulan awal 8-5. Pertandingan sempat memanas saat kedudukan imbang 17-17. Namun konsistensi Gresik Phonska Plus di poin-poin kritis berhasil membawa mereka mengunci game ini dengan skor 25-21, skor menjadi imbang 1-1.
BACA JUGA:Satu Kaki Jakarta Bhayangkara Presisi sudah Berada di Babak Final Four Proliga 2026
Awal game ketiga berlangsung sengit dengan aksi saling kejar angka hingga kedudukan 8-8. Namun, kendali permainan kembali direbut oleh Arsela Nuari dan kawab-kawan.
Sedangkan Gresik Phonska Plus seringkali melakukan kesalahan sendiri yang justru menguntungkan lawan.
Tertinggal 13-18 di pertengahan pertandingan, rotasi pemain yang dilakukan kubu Gresik Phonska tidak berjalan efektif. JakartaPopsivo menutup game ini dengan skor 25-18.
Game keempat berlangsung sangat dramatis. Kedua tim jual beli serangan hingga skor kembar 14-14 dan 20-20.
Tensi di GOR Ken Arok memuncak saat kedudukan imbang 23-23. Mental pemain Jakarta Popsivo Polwan akhirnya teruji, setelah melewati sekali masa deuce, mereka berhasil menyudahi perlawanan Gresik Phonska Plus dengan kemenangan tipis 26-24.