Mourinho Tinggalkan Fenerbahce dan bakal Kembali ke Manchester United

Jose Mourinho dipecat sebagai pelatih oleh Fenerbahce karena gagal di Liga Champions.--Dok Thesun.co.uk
JAKARTA, Weradio.co.id - Pelatih Jose Mourinho sudah berpisah dengan klub raksasa Turki, Fenerbahce. Kini pelatih berusia 62 tahun itu disebut-sebut berpeluang kembali melatih di Manchester United
Pelatih asal Portugal berusia 62 tahun itu, seperti dikutip Weradio.co.id dari Thesun.co.uk, meninggalkan Fenerbahce dua hari setelah klub Istanbul tersebut tersingkir dari Liga Champions di tangan Benfica.
Mantan pelatih Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur Mourinho tiba-tiba muncul di Fenerbahce pada musim panas 2024, enam bulan setelah dia dipecat oleh klub Serie A Italia AS Roma.
Mantan juara Liga Champions dua kali itu membawa mereka ke posisi runner-up musim lalu.
BACA JUGA:Pelatih Persija Mauricio Souza Berharap Thom Haye Bahagia di Persib
Mourinho tidak berhasil memenangi satu trofi pun selama masa jabatannya sebagai pelatih Fenerbahce, setelah tersingkir dari Piala Turki di perempat final dan dikalahkan oleh Rangers di babak 16 besar Liga Europa.
Tim Turki itu kalah 0-1 dari Benfica di leg kedua playoff Liga Champions yang krusial pada Rabu malam kemarin, setelah bermain imbang 0-0 di Istanbul pekan lalu.
Gol mantan bintang Galatasaray, Kerem Akturkoglu, di babak pertama memastikan Fenerbahce bermain di Liga Europa musim berikutnya. Sebelum pertandingan, wakil presiden Fenerbahce yang percaya diri, Hamdi Akin, mengklaim timnya akan "dengan mudah" mengalahkan Benfica.
Ketika ditanya tentang komentar Akin, Mourinho dengan heran mengatakan, "Percaya atau tidak, saya tidak tahu siapa dia."
BACA JUGA:Ini Sikap Istana Terkait Rantis Brimob Lindas Driver Ojek Online
"Saya tidak kenal orang ini, pengaruhnya, apalagi peran pentingnya dalam struktur klub. Tidak ada yang pernah memperkenalkan saya," tambah Mourinho.
Oktober lalu, Mourinho berspekulasi tentang apa pekerjaan selanjutnya.
Dia mengatakan, "Hal terbaik yang harus saya lakukan adalah - ketika saya meninggalkan Fenerbahce - saya pergi ke klub yang tidak bermain di kompetisi UEFA."
"Jadi, jika ada klub di Inggris, dari dasar klasemen, membutuhkan pelatih dalam dua tahun - saya siap untuk pergi ke sana," katanya lagi.