BACA JUGA:PT PGN Tbk Konsisten Dorong Pemberdayaan Masyarakat Desa lewat Program Berkelanjutan
Mengomentari penampilannya, Haaland menyatakan, "Saya masih berpikir saya terlibat dalam permainan (meskipun kurangnya sentuhan), melakukan gerakan bola dan memberikan ruang kepada pemain lain, ini tidak semua tentang menyentuh bola jika Anda terlibat dalam permainan atau tidak."
"Saya pikir Anda dapat terlibat dalam permainan dengan banyak cara lain dan itulah pekerjaan saya. Saya melakukan pekerjaan saya di babak pertama dan babak kedua saya tidak melakukannya," ucapnya.
'Tentu saja saya tidak (melakukan pekerjaan saya), saya tidak mencetak gol dan menyelesaikan permainan. Jadi tidak," kata Haaland.
Tidak punya komentar
BACA JUGA:Petukangan Utara Gelar Orientasi Kader Dasawisma, Demi Data Lebih Akurat
Sedangkan Guardiola mengatakan dia "tidak punya komentar apa pun tentang wasit Spanyol".
“Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus,” kata Guardiola. “Dalam sepak bola Anda harus menang dengan hasilnya. Jika Anda menganalisa permainan, ada banyak hal yang sangat bagus. Langkah demi langkah kami akan lebih baik tetapi kami memiliki banyak peluang dan Phil (Foden) di babak pertama dan banyak pemain bermain sangat bagus. Kami hampir tidak kebobolan."
"Mereka (Monaco) bertahan begitu dalam dan ketat, itu sangat berbeda dengan cara bermain Monako di Ligue 1, tetapi kami bermain sangat bagus. Ketika sudah dekat, Anda harus bertahan dan kami ambil poin," ucap Guardiola.
Dier kejutkan Donnarumma
Gol ke gawang Man City merupakan gol kedua Dier sejak pemain Inggris ini bergabung dengan Monako pada musim panas dari Bayern Muenchen.
Pelatih Monaco Adi Hutter mengakui bahwa majunya Dier ke titik penalti mungkin mengejutkan Donnarumma ketika kiper internasional Italia tersebut melihat Dier mengeksekusi penalti lantaran Ansu Fati sudah ditarik ke luar lapangan.
"Dier bertanggung jawab atas situasi ini dan melakukan tugasnya dengan sangat baik dan saya senang untuknya,” kata Adi Hutter.
BACA JUGA:VIVO dan BP Mendadak Batal Beli BBM dari Pertamina Ini Alasannya
"Dalam sejarah kami selama tiga tahun terakhir, kami bukan yang terbaik dalam penalti. Kami sering gagal. Dalam praktiknya saya melihat Eric adalah penendang yang aman dan juga dengan usianya, pengalamannya, itulah situasi untuk menjadi penendang penalti dan dia melakukannya dengan fantastis," tukas Hutter.