JAKARTA, Weradio.co.id - Asisten pelatih Jakarta Lavani Livin Erwin Rusni belum puas dengan penampilan Boy Arnes Arabi dan kawan-kawan, meskipun mereka berhasil menumbangkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi 3-1 dalam pertandingan Proliga 2026, sore tadi.
Jakarta Lavani Livin melanjutkan dominasi mereka di panggung Proliga 2026 dengan memenangi duel bergengsi melawan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi 3-1 (25-16, 25-19, 22-25, 25-18) pada pertandingan putaran kedua seri pertama di GOR Voli Indoor Sport Center Sumut, Deli Serdang.
Meski demikian, asisten pelatih Jakarta Lavani Livin Erwin Rusni mengaku belum puas dengan permainan dari anak-anak asuh Pelatih David Lee itu.
"Saya belum puas dengan permainan anak-anak. Masih banyak yang akan kami evaluasi," kata Erwin dalam siaran pers yang diterima Weradio.co.id.
BACA JUGA:Sudah Ketahui Kekurangan Lawan, Gresik Phonska Plus Sukses Tumbangka sang Juara Bertahan
Lebih lanjut Erwin menyebutkan bahwa seharusnya masih banyak yang harus diperbaiki oleh Boy Arnes dan kawan-kawan.
Penegasan kandidat juara
Kemenangan atas sang juara bertahan menegaskan posisi Jakarta Lavani Livin sebagai kandidat kuat juara Proliga musim ini, sekaligus membalas persaingan panas kedua tim di dua musim sebelumnya.
Jakarta Lavani Livin tidak memberikan ruang bagi lawan untuk berkembang sejak game pertama dimulai. Kekuatan lini serang yang diisi oleh Hendra Kurniawan, Boy Arnes, dan Malizi tampil sangat agresif.
Dan didukung pengatur serangan Dio Zulfikri serta dua legiun asing, Taylor Sander dan Nato Dickinson, Jakarta Lavani Livin sempat terlibat aksi saling kejar poin di awal. Namun, kematangan taktik membuat mereka melesat jauh dan menutup game pertama dengan skor mencolok 25-16.
BACA JUGA:Persija Jakarta dan Gustavo Franca Sepakat Berpisah demi Kebaikan Bersama
Di game kedua Jakarta Bhayangkara Presisi mencoba bangkit melalui serangan Rendy Tamamilang, Agil Angga Anggara, dan Arjuna Mahendra.
Meski demikian, pertahanan Jakarta Lavani Livin yang digalang para pemain tengahnya tetap stabil. Anak asuh Reidel Toiran tampak kesulitan menembus blok rapat Jakarta Lavani Livin. Hingga akhir game, poin Jakarta Lavani Livin tetap tak terkejar dan mereka mengamankan game kedua dengan kemenangan 25-19.
Tertinggal dua game membuat Reidel Toiran merombak strategi timnya. Jakarta Bhayangkara Presisi memperkuat sektor blok dan mengubah skema serangan. Strategi ini membuahkan hasil, Rendy Tamamilang dan kawan-kawan mulai memimpin 19-16 di pertengahan game ketiga.
Meski Jakarta Lavani Livin sempat menempel ketat di angka 21-23, Jakarta Bhayangkara tampil lebih konsisten untuk menutup game ini dengan skor 25-22. Skor besar berubah menjadi 1-2 untuk keunggulan Jakarta Lavani Livin.