BACA JUGA:Skuad Muda Surabaya Samator Bikin Kejutan dengan Kalahkan Tuan Rumah Medan Falcons Tirta Bhagasasi
Kembali ke ritme permainan awal, Jakarta Lavani Livin mendominasi game keempat. Boy Arnes dan kawan-kawan tampil gemilang dengan beberapa spike tajam yang sulit diantisipasi. Jakarta Lavani Livin memimpin 16-11 di pertengahan game.
Meski Jakarta Bhayangkara Presisi memberikan perlawanan sengit saat tertinggal 18-23, ketenangan para pemain Jakarta Lavani Livin dalam mengeksekusi bola-bola krusial akhirnya menyudahi perlawanan Bhayangkara dengan skor 25-18.
Pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran mengatakan bahwa kekalahan timnya lebih banyak akibat kesalahan sendiri yang dilakukan anak asuhnya.
"Banyak kesalahan yang dilakukan anak-anak. Itu nanti akan kami evaluasi pada laga berikutnya," ujar Toiran.
Outside hitter Jakarta Bhayangkara Presisi, Rendy Tamamilang mengakui masih banyak yang perlu diperbaiki dari timnya.
BACA JUGA: Wisata Jakarta Bergeliat, Ancol Kebanjiran Pengunjung di Libur Isra Miraj
BACA JUGA:JS Management Konsisten Cetak Talenta, Ghia Sabet Runner Up Puteri Kebaya Jatim 2025