Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mencoba melakukan penyesuaian untuk membendung spike keras Rama Fauzan. Namun, pertahanan Surabaya Samator yang digawangi Jordan tetap solid. Kurangnya akurasi dalam penyelesaian akhir membuat Jakarta Garuda Jaya kembali harus menyerah di game kedua, kali ini dengan skor 19-25.
Tertinggal dua game membuat Jakarta Garuda Jaya mencoba merubah taktik. Mereka mulai memaksimalkan peran Timofei Sokolov sebagai ujung tombak. Strategi ini sempat membuahkan hasil, di mana kejar-kejaran angka terjadi hingga kedudukan imbang 11-11.
Jakarta Garuda Jaya, bahkan, sempat memberikan kejutan di fase krusial dengan membalikkan keadaan menjadi 20-19.
Namun, mental anak-anak Samator berbicara. Di bawah arahan Rodolfo Sanchez, Surabaya Samator kembali fokus dan berhasil membalikkan momentum lewat blok-blok krusial menjelang pertandingan berakhir. Surabaya Samator akhirnya menyudahi perlawanan Dawuda dan kawan-kawan dengan skor ketat 25-22.
BACA JUGA:Gresik Phonska Plus Unjuk Kekuatan Kandidat Juara, Catat Rekor Kemenangan 100 Persen
Pelatih Garuda Jaya Nurwidayanto mengakui pemainan anak-anak asuhannya kurang maksimal, "Baik servis, receive anak-anak kurang maksimal," sebut Nurwidayanto.
Untuk kedepannya, Nurwidayanto akan memaksimalkan permainan anak didiknya, "Pastinya kami akan lakukan evaluasi, baik servis, dan blok, itu yang serasa kurang dari kami," tukasnya.
Dawuda pun mengakui kalau dia dan kawan-kawannya sedikit kurang fokus pada penampilan mereka hari ini.
"Terutama di game pertama dan kedua. Di game ketiga, kami sedikit bisa mengimbangi permainan lawan," ujarnya.
BACA JUGA:Mendominasi Permainan Jakarta Pertamina Enduro Raih Kemenangan Ketiga di Proliga 2026