Aroma Wangi Bunga dan Cahaya Langit Terang Iringi Misa Gunung Padang
Romo Yos Bintoro sedang memimpin misa di Teras 5, Gunung Padang, Cianjur, Jawa, Barat, Senin, 12 Januari 2026.-Weradio.co.id-Dokumentasi
BACA JUGA:Fadli Zon Sebut Punden Berundak Gunung Padang Adalah Piramida Indonesia
"Kami berada di tempat yang sangat khusus, bersama para penjaga situs dan sahabat lintas iman. Ini adalah doa Nusantara, doa untuk Indonesia dan juga doa pertobatan atas dosa ekologis manusia terhadap ciptaan Tuhan," ujarnya usai misa.
Nanang Sukmana mengungkapkan, dua malam sebelumnya hujan turun sangat keras tanpa henti. "Secara manusiawi saya khawatir kegiatan ini tidak bisa terlaksana. Tapi malam ini berbeda. Ketika doa berlangsung, langit terbuka dan bintang muncul sangat terang. Dalam perhitungan kami, Selasa Kliwon adalah malam cahaya. Padang berarti terang. Gunung Padang malam ini benar-benar menunjukkan maknanya," tutur Nanang.
Brigjen TNI (Mar) F.J.H. Pardosi juga merasakan kedamaian batin yang kuat. "Ini adalah berkat luar biasa di awal tahun. Ada rasa tenang, lepas, dan damai yang sulit diungkapkan. Semoga doa-doa malam ini membawa berkat, kesehatan, keselamatan, serta kesadaran untuk menjaga alam dan bangsa Indonesia," ucapnya.
Usai misa, awan gelap perlahan kembali menutup langit. Saat rombongan menuruni tangga dan tiba di bawah, hujan turun deras kembali, namun hanya sesaat, seakan tirai alam ditutup setelah sebuah peristiwa sakral selesai. Gunung Padang kembali sunyi, menyimpan doa, cahaya, dan isyarat malam Selasa Kliwon dalam batu-batu purbanya, menjadi pengingat bahwa manusia, alam, dan Sang Pencipta terhubung dalam satu harmoni yang sakral.