Jadikan sang Juara Bertahan sebagai Korban Terbaru, Jakarta Lavani Livin Lanjutkan Dominasi di Puncak Proliga
Setter Jakarta Lavani Livin Dio Zulfikri (15) melakukan selebrasi usai timnya mencetak poin dalam kemenangan 3-0 atas Jakarta Bhayangkara Presisi pada pertandingan pembuka putaran kedua seri kedua Proliga 2026 di GOR Ken Arok, Malang, Kamis, 5 Februari 20--Dok PBVSI
BACA JUGA:Manchester United Masih Melayang di Langit Ketujuh, Benjamin Sesko Merasa Luar Biasa
Jakarta Lavani memimpin 10-7 di awal game. Meski Jakarta Bhayangkara mencoba membalas lewat aksi Aimal Khan dan Rendy Tamamilang, mereka sulit menembus pertahanan Jakarta Lavani yang begitu rapat. Memasuki crunch time, Jakarta Lavani menjauh 21-13 sebelum akhirnya menutup game pertama dengan skor 25-19.
Jakarta Bhayangkara Presisi sebenarnya sempat memberikan perlawanan di awal game kedua. Bahkan, mereka memimpin pada kedudukan 8-5. Namun, Pelatih Jakarta Lavani, David Lee, bergerak cepat dengan mengambil time out untuk menenangkan anak-anak asuhnya.
Instruksi tersebut membuahkan hasil. Jakarta LavAni menyamakan kedudukan 9-9 dan, bahkan, berbalik unggul 14-11 akibat rentetan kesalahan sendiri yang dilakukan pemain Jakarta Bhayangkara. Selain itu, blok raoat dari Nato Dickinson dan Hendra Kurniawan berkali-kali mematahkan spike duo Jakarta Bhayangkara, outside hitter Arjuna Mahendra dan middle blocker Yuda Mardiansyah. Jakarta Lavani akhirnya menutup gane ini dengan keunggulan delapan poin, 25-17.
Jakarta Lavani melanjutkan dominasinya di game ketiga dengan keunggulan awal 8-4. Jakarta Bhayangkara memperkecil ketertinggalan menjadi 13-14 melalui permainan tenang yang diinstruksikan Reidel Toiran.
BACA JUGA:Satu Kaki Jakarta Bhayangkara Presisi sudah Berada di Babak Final Four Proliga 2026
Pertandingan memanas saat Jakarta Bhayangkara menurunkan pemain lapis kedua seperti Nizar Zulfikar dan Kevin Pratama. Mereka sempat memberikan kejutan hingga poin menyentuh angka 21.
Namun, kematangan mental para pemain Jakarta Lavani terbukti berbicara banyak di poin-poin kritis. Boy Arnes dan kawan-kawan kembali "menggila" dan menyudahi perlawanan Jakarta Bhayangkara dengan skor 25-21.
Kunci kemenangan Jakarta Lavani kali ini terletak pada kedisiplinan blok dan variasi serangan yang sulit ditebak.
Sebaliknya, Bhayangkara Presisi tampak kesulitan menjaga konsistensi permainan, terutama dalam menghadapi tekanan servis lawan yang tajam. Alhasil, tim milik Kepolisian Republik Indonesia ini gagal membalas kekalahan 1-3 yang mereka alami saat bertemu Jakarta Lavani pada seri pertama.