Pekerja di Indonesia Paling Bahagia di Asia Pasifik, Penyebabnya bukan Sekadar Gaji Tinggi
Acting Managing Director Jobstreet by SEEK untuk Indonesia Wisnu Dharmawan (kanan) saat memberikan pemaparan hasil survei tentang indeks kebahagiaan pekerja di Indonesia, Selasa kemarin. -Weradio.co.id-Agus Riyanto
JAKARTA, Weradio.co id - Hasil survei daring Jobstreet by SEEK dan lembaga riset Nature menunjukkan sebuah paradoks. Para pekerja di Indonesia memiliki tingkat kebahagiaan tertinggi di kawasan Asia Pasifik dan penyebabnya bukan sekadar gaji tinggi.
Jobstreet by SEEK baru saja merilis hasil survei terbarunya bertajuk "Workplace Happiness Index" yang memberikan pandangan menyeluruh mengenai tingkat kebahagiaan pekerja di kawasan Asia Pasifik, dengan fokus mendalam pada dinamika pasar tenaga kerja Indonesia.
Dalam pemaparannya Acting Managing Director Jobstreet by SEEK untuk Indonesia Wisnu Dharmawan mengatakan, laporan eksklusif tersebut disusun berdasarkan survei daring yang dilakukan oleh lembaga riset Nature pada bulan Oktober hingga November 2025 terhadap sekitar 1.000 individu di pasar kerja Indonesia dengan rentang usia 18 hingga 64 tahun.
Hasil utama laporan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memimpin tingkat kebahagiaan di tempat kerja di kawasan Asia Pasifi. "Sebanyak 82 persen responden menyatakan bahwa mereka merasa cukup atau sangat bahagia di tempat kerja. Angka ini jauh melampaui negara-negara dengan pasar kerja yang lebih kompetitif seperti Hongkong (47 persen), Singapura (56 persen), dan Australia (57 persen)," kata Wisnu Dharmawan dalam media briefing di Kantor Jobstreet by SEEK di Gedung RDTX Place, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
BACA JUGA:Jelang HPN 2026, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Apresiasi Peran Strategis Pers Nasional
Wisnu Dharmawan menambahkan, selain kebahagiaan umum, sebanyak 86 persen pekerja Indonesia merasa dihargai dan 75 persen merasa pekerjaan mereka memberikan kepuasan batin (fulfilling).
Bukan gaji tinggi
Gaji tinggi tetap menjadi keinginan utama bagi 54 persen pekerja. Namun, data survei menunjukkan bahwa pendorong kebahagiaan yang sebenarnya adalah keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) dan tujuan kerja (purpose).
Elemen spesifik yang paling membuat pekerja Indonesia bahagia meliputi rekan kerja/tim (77 persen), lokasi tempat kerja (76 persen), serta tujuan kerja atau perasaan bahwa pekerjaan mereka bermakna (75 persen).
BACA JUGA: Layanan Konsultasi Hukum Gratis bagi WNI di Jepang Resmi Dimulai
Lebih jauh Wisnu Dharmawan mengungkapkan, tantangan signifikan, di mana tingkat stres (44 persen) dan tuntutan beban kerja (56 persen) masih menjadi hal yang membebani para pekerja di Indonesia. Di sisi lain, kepemimpinan senior menjadi faktor ketiga yang paling berpengaruh, namun tingkat kepuasan di area ini baru mencapai 64 persen, mengindikasikan perlunya perbaikan dalam transparansi dan komunikasi dua arah antara manajemen dan staff.
Wisnu Dharmawan mengatakan, “Gaji yang kompetitif memang penting untuk menarik kandidat, namun kebahagiaan jangka panjang lebih mungkin tercapai ketika karyawan merasa pekerjaan mereka memiliki makna dan mereka memiliki keseimbangan untuk menikmati hidup di luar pekerjaan."
"Pemimpin perusahaan memiliki peran krusial untuk menjembatani kesenjangan ini dengan membina komunikasi yang terbuka dan mengakui pencapaian setiap individu secara lebih transparan," tambah Wisnu.
Laporan eksklusif tersebut juga menunjukkan bahwa kebahagiaan di tempat kerja Indonesia bukan angka tunggal seragam, melainkan "happiness gap" yang dipengaruhi oleh tahapan hidup dan lokasi kerja.