Cara Kemenko Perekonomian Bantu Pariwisata di Bali, Bukan Bantuan Uang

Ilustrasi turis sedang berwisata di Kuta Bali-gambar dibuat dengan leonardo Ai-
DENPASAR,Weradio.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ingin lebih memantapkan pariwista di Bali. Untuk melakukan itu, Kemenko Perekonomian mendatangkan Asian Development Bank (ADB) untuk membantu kepariwisataan di Provinsi Bali.
Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian Herfan Brilianto Mursabdo di Denpasar, Jumat menjelaskan, kedatangan bank pembangunan regional di Asia-Pasifik itu bukan untuk pemberian bantuan pendanaan melainkan membantu Bali dalam pengelolaan Pariwisata.
“Kami bersama tim Asian Development Bank sebagai mitra internasional yang memang kita selalu berdiskusi bersama-sama, mereka punya pengetahuan praktik terbaik internasional, jadi kita juga bisa memanfaatkan beberapa pengetahuan mereka terutama dari sisi spesialis infrastruktur maupun pariwisata,” kata Herfan seperti dikutip Weradio.co.id dari antara.
Pada tahapan ini, Kemenko Perekonomian mendorong diskusi-diskusi keuangan dalam menyelesaikan persoalan pariwisata di Bali, belum memasuki tahap diskusi bantuan pendanaan sebab yang diutamakan menentukan konsep pembangunan pariwisata yang lebih tepat.
BACA JUGA:Kekurangan Stok, Bahlil Lahadia Persilahkan Shell dan BP Beli BBM dari Pertamina
“Kalau yang kita butuhkan sebetulnya bagaimana mengatur pembiayaan APBN, daerah, dan sektor swasta, dan ini kan hal-hal yang perlu disinergikan seperti dengan ADB karena mereka punya kelebihan dalam hal pengelolaan risiko proyek sehingga nilai dari proyek itu risikonya lebih kita perkecil, tidak soal pendanaan saja,” ujarnya.
Persoalan Kepariwisataan
Dari pertemuan ini Kemenko Perekonomian menemukan beberapa persoalan kepariwisataan yang perlu dibenahi di Bali yaitu isu infrastruktur, isu pengelolaan pariwisata yang di dalamnya terdapat persoalan sampah dan pemeliharaan pantai, serta isu keberlanjutan mengenai pemanfaatan energi dan sumber daya alam.
“Mengingat Bali sebagai kawasan yang banyak sekali wisatawan asing datang, tentunya harus dipikirkan benar-benar bagaimana menyeimbangkan kehadiran mereka dengan ketersediaan sumber daya yang ada di Bali sehingga bisa seimbang, pada intinya kita mencoba mendiskusikan karena Bali itu pintu gerbang utama Indonesia,” kata Herfan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bali I Wayan Sumarajaya menyampaikan meskipun Pemprov Bali sudah menyusun arah pembangunan ke depan, Bali masih membutuhkan panduan dalam membangun.
BACA JUGA:Koperasi Kana Terima Penghargaan Entrepreneurial Marketing Corporate for Impact 2025
“Kami sudah paham semua bahwa Bali ke depan pembangunan pariwisata adalah pariwisata budaya berkualitas dan bermartabat, tapi kondisi pariwisata Bali memang sangat dipengaruhi oleh kunjungan wisman, walaupun industri pariwisata kami sudah berkembang, masih banyak hal-hal yang harus dipenuhi,“ ucapnya.
Adapun permasalahan yang diajukan Pemprov Bali untuk dibantu dikelompokkan menjadi tiga yaitu masalah alam dan lingkungan, masalah sampah, dan pembangunan yang yang terkonsentrasi di Bali Selatan.
“Yang kita saksikan dan kita rasakan adalah kemacetan semakin tinggi, produksi sampah juga semakin tinggi, dan ada kesenjangan antar-wilayah, mungkin dengan kehadiran Kemenko Perekonomian maupun ADB ini bisa memberikan solusi dan bantuan,” kata Sumarajaya.