Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali yang Hilang Ditemukan dalam Kondisi Tewas

Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali yang Hilang Ditemukan dalam Kondisi Tewas

Jenazah pendaki gunung Syafiq Ali-X-

JAKARTA, Weradio.co.id - Teka teki keberadaan pendaki asal Magelang, Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, yang dilaporkan hilang sejak Sabtu, 27 Desember 2025 di Gunung Slamet akhirnya terungkap. Namun dia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026. 

Korban ditemukan di lereng puncak Selatan gunung Slamet. 

Kabar penemuan korban pertama kali beredar melalui unggahan akun media sosial @pawartoskartasura.

 "Alhamdulillah Survivor Atas Nama Syafiq Ridhan Ali Razan Ditemukan Dalam Kondisi MD, di daerah lereng puncak sebelah Selatan antara jalur Gunung Malang dan Baturaden. Saat ini masih dalam proses Evakuasi," tulis akun tersebut, Rabu, 14 Januari 2026.

BACA JUGA:Dugaan Aset Negara Dikuasai Pihak Pribadi, Topan RI Minta Klarifikasi Jasa Marga

Humas SAR Semarang, Zulhawary Agustianto, membenarkan kabar tersebut.

 "Betul sudah ditemukan dan sedang dievakuasi," ujar Zul  seperti dikutip Metrotvnews. 

Ia menjelaskan, operasi SAR resmi telah ditutup oleh Basarnas, namun pencarian dilanjutkan secara mandiri oleh tim Potensi SAR yang akhirnya berhasil menemukan korban.

"Info yang saya dapat seperti itu (meninggal dunia). Yang menemukan tim SAR dari Potensi SAR," ungkap Zul. 

BACA JUGA:Ini Alasan Imigrasi Jakarta Buka Dialog Hukum dengan Pokja PWI Kejaksaan dan PN Jaktim

Hingga Rabu siang, proses evakuasi jenazah korban masih berlangsung. Tim SAR dan relawan berkoordinasi untuk membawa jenazah menuju titik kumpul utama di Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang.

Syafiq Ridhan Ali Razan dilaporkan hilang setelah mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, melalui jalur Dipajaya pada Sabtu, 27 Desember 2025. Keduanya tidak kunjung turun sesuai jadwal yang direncanakan.

Dalam operasi pencarian besar-besaran yang dilaksanakan tim SAR gabungan, Himawan Haidar Bahran berhasil ditemukan lebih dulu dalam keadaan selamat di salah satu pos pendakian. Ia dievakuasi pada Senin, 29 Desember 2025.