Timnas Spanyol Khawatirkan Keretakan yang Makin Membesar antara Pemain Barcelona dan Real Madrid
Bek Dani Carvajal (kiri) dan striker Lamine Yamal bertengkar dalam El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona beberapa waktu lalu. --Istimewa
JAKARTA, Weradio.co.id - Saat ini, hubungan institusional antara Barcelona dan Real Madrid semakin memburuk, dan ini sudah berdampak pada skuad tim utama masing-masing.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada perasaan positif di antara kedua kelompok pemain di luar pertandingan El Clasico, tetapi itu mungkin tidak lagi terjadi – dan pihak yang paling dirugikan dari ini bisa jadi adalah Timnas Spanyol.
Setelah pertemuan Clasico pertama musim ini pada bulan Oktober, bek senior Dani Carvajal ribut mulut dengan striker muda Lamine Yamal di lapangan Santiago Bernabeu, yang menyulut adegan panas antara pemain Real Madrid dan Barcelona itu.
Sejak itu, situasinya semakin memanas, dan menurut Diario AS seperti dikutip Weradio.co.id,, kemungkinan dampaknya pada La Furia Roja – julukan untuk Timnas Spanyol - telah menyebabkan malam-malam tanpa tidur bagi pelatih kepala Luis de la Fuente.
BACA JUGA:Allegri Sebut Fokus Milan Finis di Zona Empat Besar, Fullkrug Beri Dampak dari Bangku Cadangan
Performa luar biasa La Furia Roja selama tiga tahun terakhir dibangun di atas ikatan yang kuat antarpemain, dan di jantungnya adalah Carvajal dan Yamal. Keretakan apa pun bisa menjadi bencana, mengingat Spanyol adalah salah satu favorit untuk memenangi Piala Dunia musim panas ini di Amerika Utara.
Spanyol ingin normal
Selain Carvajal, Yamal juga berselisih dengan rekan setimnya di Timnas Spanyol, Dean Huijsen, selama final Piala Super Spanyol akhir pekan lalu di Arab Saudi. Keduanya berbagi momen tegang, dan para pejabat tim nasional menyadari bahwa ini bisa menjadi masalah lain untuk beberapa bulan mendatang, ketika sepak bola internasional kembali bergulir.
Belum jelas apakah pembicaraan akan dilakukan antara para pejabat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Yamal, Carvajal, dan Huijsen, tetapi yang jelas adalah bahwa solusi diperlukan.
BACA JUGA:Ini Reaksi Hansi Flick tentang Kontroversi Wasit setelah Kekalahan Barcelona dari Real Sociedad
Jika La Furia Roja ingin melakukan upaya konkret untuk memenangi Piala Dunia kedua mereka, maka harus ada keharmonisan sempurna dalam skuad mereka – dan saat ini, hal tersebut sepertinya tidak akan terwujud dengan baik.
BACA JUGA:Carrick Tantang Man United Ulangi Performa Memukau saat Gunduli Man City untuk Hadapi Arsenal