Perseteruan Keluarga David Beckham Makin Sengit, Brooklyn Tuding sang Ibu Ingin Rusak Pernikahannya
Brooklyn Beckham menikahi aktei Nicola Peltz tahun 2022. --Instagram Brooklyn Beckham
JAKARTA, Weradio.co.id - Brooklyn Beckham melancarkan serangan dahsyat terhadap orang tuanya yang 'mengontrol' dan mencaci maki ibunya, Victoria, dalam sebuah luapan amarah di media sosial.
Sebagaimana dilansir Thesun.co.uk seperti dikutip Weradio.co.id, Victoria, menurut Brooklyn, berusaha merusak pernikahannya dengan menari "secara tidak pantas di depan semua orang".
Brooklyn, yang menikahi aktris Nicola Peltz pada April 2022, mengatakan, "Saya tidak pernah merasa lebih tidak nyaman atau dipermalukan sepanjang hidup saya."
Calon koki berusia 26 tahun itu membagikan luapan amarah di Instagram dalam upaya membela istrinya, Nicola, dan dirinya sendiri, di tengah perselisihan keluarga yang makin sengit.
BACA JUGA:Jelang Duel di Liga Champions, Arteta Akui Arsenal sudah Tahu Cara Main Inter Milan
Dia menuduh Victoria, 51 tahun, membatalkan pembuatan gaun pengantin Nicola "pada menit-menit terakhir" dan bahwa ibunya kemudian "mengambil alih" tarian pertama mereka.
Dalam enam unggahan pedas di Instagram Stories-nya, Brooklyn mengklaim ayahnya, legenda sepak bola Inggris David Beckham, dan desainer Victoria telah mencoba "tanpa henti merusak hubungan saya" dengan Nicola.
Dan, membahas perselisihan keluarga selama sembilan bulan untuk pertama kalinya, Brooklyn mengklaim, "Ibu saya menyebut saya 'jahat'."
Brooklyn juga mengecam klaim bahwa Nicola, 31 tahun, menghalanginya untuk menjalin hubungan dengan keluarganya.
BACA JUGA:Karangan Bunga Penuhi Kejari Jaktim Jelang Pelantikan Kajari Topik Gunawan
Dia menegaskan, “Saya tidak ingin berdamai dengan keluarga saya. Saya tidak dikendalikan, saya membela diri untuk pertama kalinya dalam hidup saya.”
Putra sulung David dan Victoria itu menambahkan, “Narasi bahwa istri saya mengendalikan saya sepenuhnya terbalik. Saya sudah dikendalikan oleh orang tua saya hampir sepanjang hidup saya."
“Saya tumbuh dengan kecemasan yang luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, sejak menjauh dari keluarga saya, kecemasan itu sudah hilang," lanjutnya
Dia menambahkan, “Saya bangun setiap pagi dengan rasa syukur atas kehidupan yang saya pilih, dan sudah menemukan kedamaian dan kelegaan.”