Nuanu Hemat Puluhan Ribu Liter BBM dan Gelontorkan Rp 5,6 Miliar untuk Sosial
Impact Report 2025 Nuanu Creative City-Weradio.co.id-Nuanu Creative City
JAKARTA, Weradio.co.id - Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Nuanu Creative City. Untuk kali pertama, kawasan kreatif ini beroperasi penuh sebagai ruang publik di Bali, setelah sebelumnya melalui fase pengembangan dan uji coba terbatas.
Sepanjang 2025, Nuanu mulai diuji dalam dinamika nyata, aktivitas harian, pengawasan publik, hingga tanggung jawab operasional secara menyeluruh.
Capaian tersebut dirangkum dalam Laporan Dampak 2025, yang mendokumentasikan kinerja lingkungan, investasi sosial, serta aktivitas budaya selama satu tahun penuh operasional publik.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan, laporan ini bukan sekadar ajang pencitraan.
BACA JUGA:Amanah Baru, Pengabdian Baru di Pusrenharwatalpalhan Baharwat Kemhan
“Bagi kami, laporan dampak bukan untuk saling memberi selamat, tetapi untuk membuat segala sesuatu lebih terukur dan bisa dilacak. Nuanu adalah ruang eksperimen untuk menilai secara jujur apa yang berhasil dan apa yang tidak,” ujar Lev Kroll dalam keterangan resmi yang dibaca Weradio.co.id, Kamis, 22 Januari 2026.
Fokus Lingkungan
Sepanjang 2025, Nuanu pun menerapkan pendekatan berbasis sistem dalam pengelolaan lingkungan. Kebijakan terkait mobilitas, energi, limbah, dan tata guna lahan dirancang terintegrasi untuk menekan dampak ekologis jangka panjang.
Mobilitas rendah emisi diterapkan melalui penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi internal. Langkah ini menghemat sekitar 39.500 liter bahan bakar per tahun dan menekan lebih dari 43 ton emisi CO₂e, sekaligus menciptakan kawasan yang ramah pejalan kaki.
Di sektor energi, sistem panel surya di dalam kawasan mampu menurunkan konsumsi listrik jaringan hingga 213.362 kWh dalam setahun, serta mencegah sekitar 192 ton emisi CO₂e. Langkah ini menjadi bagian dari transisi jangka panjang menuju elektrifikasi penuh.
BACA JUGA:Simon Bolivar El Libertador
Pengelolaan sampah juga mencatat capaian signifikan. Tingkat daur ulang mencapai 94,84% melalui pemilahan di lokasi, pengomposan, dan distribusi ulang sampah organik. Sebanyak 84,65 ton sampah berhasil didaur ulang dan 1.085 ton sampah organik diproses untuk mendukung pertanian lokal.
Upaya restorasi ekologi dilakukan melalui penanaman 1.015 pohon menggunakan metode Miyawaki guna memperkuat keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem.
Head of Environment Nuanu, Agastya Yatra, menyebut 2025 sebagai fase pendalaman sistem.