Thomas Frank di Ambang Pemecatan dari Tottenham Hotspur, Pochettino dan Xavi Jadi Kandidat Penggantinya
Thomas Frank berada di bawah tekanan yang semakin besar karena Tottenham Hotspur mengadakan pembicaraan penting mengenai masa depannya. --Dok Thesun.co.uk
BACA JUGA: Makna Pernikahan Sakral, Lebih dari Sekadar Hukum dan Komitmen Sosial
“Para penggemar Tottenham sudah berbicara, kita sudah melihatnya sebelumnya dengan para penggemar Tottenham, mereka tidak senang dengan apa yang terjadi. Sepertinya dia (Thomas Frank) akan kehilangan pekerjaannya," tegas Rooney.
Namun kekalahan dari klub Jerman Dortmund, terutama jika para penggemar bereaksi dengan cara yang sama seperti saat pertandingan melawan West Ham , dapat meningkatkan tekanan hingga ke tingkat yang tidak dapat ditolerir.
Kekalahan dari West Ham membuat Spurs tertinggal delapan poin dari posisi kelima, yang berarti prospek lolos ke kompetisi Eropa semakin menipis.
Spurs akan bertandang ke Burnley yang terancam degradasi pada hari Sabtu mendatang dan kemudian menghadapi serangkaian pertandingan berat melawan Manchester City, Manchester United, Newcastle, dan rival abadi Arsenal.
BACA JUGA:Banjir 120 Cm Lumpuhkan Cakung Barat, SDA Jakarta Bungkam
Pochettino, 53, tetap menjadi pahlawan di antara para penggemar Spurs setelah masa kepemimpinannya yang mengesankan di klub tersebut antara 2014-2019 di mana dia mengubah mereka menjadi pesaing sejati di Liga Inggtis dan mencapai final Liga Champions – meskipun mereka tidak pernah memenangi apa pun.
Dia kemudian beralih ke London Barat untuk memimpin Chelsea. Namun, diyakini bahwa banyak pendukung Tottenham akan sepenuhnya mendukung kembalinya dia ke N17 setelah Piala Dunia musim panas ini.
BACA JUGA:JS Management Konsisten Cetak Talenta, Ghia Sabet Runner Up Puteri Kebaya Jatim 2025
BACA JUGA:Bahasa Bumi Dibuka, Pesan Sakral Rahasia Peradaban Nusantara Terkuak