ads header
leftbanner1
banner body artikel 1
banner body artikel 2
leftbanner2
leftbanner3
leftbanner4
footerbanner

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/tmp/ci_sessionjus8qijs0tamsqjvi693873h6b5v24eo): failed to open stream: Disk quota exceeded

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 174

Backtrace:

File: /home/tecw2658/public_html/weradio.co.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 5
Function: __construct

File: /home/tecw2658/public_html/weradio.co.id/index.php
Line: 316
Function: require_once

Kritisi Laporan Risma ke KPK Terkait Data Ganda Penerima Bansos, Benny K Harman: Curi Uang Rakyat di Siang Hari Bolong!

Kritisi Laporan Risma ke KPK Terkait Data Ganda Penerima Bansos, Benny K Harman: Curi Uang Rakyat di Siang Hari Bolong!


Benny K Harman Kritisi Data Ganda Penerima Bansos Sesuai Laporan Mensos ke KPK||Instagram @bennyharmanID

TRENDINGNEWS - Terkait beredarnya kabar bahwa Mensos Rismaharini melaporkan data  penerima bansos ganda ke Kpk, mengundang komentar Benny K Harman.

Tak tanggung-tanggung, yang dilaporkan Risma, tercatat ada 21 juta Data Ganda Penerima Bansos pada periode sebelum ia menjabat.

Selanjutnya, Mantan Wali Kota Surabaya itu pun meminta kasus ini segera ditindaklanjuti pihak BPK dan Kpk.

Seperti disampaikan Risma saat konferensi di gedung Kpk, Jumat 30 April 2021, “Kami melaporkan data masuk dalam Stranas Kpk yang harus ditindaklanjuti, juga ada temuan BPKP maupun BPK tentang data saat itu.”

(BACA JUGA:Kejam! Lucinta Luna Ngaku Hamil Lagi Bukan Dikasih Selamat, Eh Netizen Malah Kasih Komentar ini?)

Itulah makanya, Benny K Harman yang juga politikus dari partai Demokrat ini lantas menilai, masa pemerintahaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih kejam dari teroris.

“Ini yang dilaporkan Risma ke KPK, 21 juta data ganda penerima Bansos. Jika laporan Risma betul, KPK harus kuat dan tegar. Ini lah kejahatan extra ordinary itu,” kata Benny di unggahan akun Twitternya pada Senin 3 Mei 2021.

Selain itu, dalam cuitannya Benny juga menyebut hal ini terjadi di era Jokowi berkuasa. "Lebih Kejam dari Teroris. Curi uang rakyat di siang hari bolong,” tambahnya.

Tag Terkait:
Sumber:

BERITA TERKAIT

Kunjungi KPK, Kepala BPSDM Kemendagri Dorong Kolaborasi Peran APIP dalam Pencegahan Antikorupsi

Jumat / 15-07-2022,20:41 WIB

Kunjungan kerja itu bertujuan menjalin silaturahmi, sekaligus berkolaborasi mendorong peran Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) untuk menegakkan kompetensi aparatur. Hal itu, terutama dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan dalam negeri dan pemerintah daerah (Pemda).

Kunjungi KPK, Kepala BPSDM Kemendagri Dorong Kolaborasi Peran APIP dalam Pencegahan Antikorupsi

Izin Pengumpulan Uang dan Barang ACT Dicabut Kemensos, Ini Alasannya

Rabu / 06-07-2022,11:13 WIB

Pencabutan itu dinyatakan dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan Kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap di Jakarta Selatan yang ditandatangani oleh Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi (5/7).

Izin Pengumpulan Uang dan Barang ACT Dicabut Kemensos, Ini Alasannya

Ditangkap Densus 88, Fadli Zon Tidak Percaya Munarman Terlibat Kasus Terorisme

Minggu / 23-01-2022,07:55 WIB

Munarman Ditangkap Densus 88, Munarman Dituduh Terlibat Baiat ISIS, Munarman Diduga Terlibat Kasus Terorisme, Fadli Zon Tidak Percaya Munarman Terlibat Terorisme

Ditangkap Densus 88, Fadli Zon Tidak Percaya Munarman Terlibat Kasus Terorisme

Gegara Sebut Penangkapan Munarman Hanya Mengada-Ada, Fadli Zon Disindir Pedas Ferdinand Hutahaean dengan Sebutan Meriam Bambu?

Sabtu / 22-01-2022,07:55 WIB

Ferdinand Hutahaean Tanggapi Cuitan Fadli Zon, Ferdinand Dukung Penangkapan Munarman, Ferdinand Sebut Fadli Zon Meriam Bambu

Gegara Sebut Penangkapan Munarman Hanya Mengada-Ada, Fadli Zon Disindir Pedas Ferdinand Hutahaean dengan Sebutan Meriam Bambu?

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_write_close(): Failed to write session data (user). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp)

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: