Jakarta Garuda Jaya Bikin Kejutan di Bandung dan Terus Jaga Peluang ke Final Four

Jakarta Garuda Jaya  Bikin Kejutan di Bandung dan Terus Jaga Peluang ke Final Four

Opposite hitter Jakarta Garuda Jaya Dawuda Alahimassalam melompat tinggi untuk melepaskan spike ketika mengalahkan Jakarta Bhayangkara Presisi 3-2 pada pertandingan Proliga 2026 di Bandung, kemarin malam. --Dok PBVSI

JAKARTA, Weradio.co.id - Jakarta Garuda Jaya membuat kejutan dengan mengalahkan juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi,  3-2 (25-19, 17-25, 21-25, 25-22, 15-12) pada lanjutan putaran ketiga seri pertama Proliga 2026 di GOR Sabilulungan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu malam, 24 Januari  2026. Ini merupakan kemenangan kedua Jakarta Garuda, sekaligus menjaga peluang mereka lolos ke babak final four.

Jakarta Garuda sekarang menempati peringkat ketiga di papan klasemen kategori putra, dengan mengumpulkan lima poin hasil dari tiga kali bertanding.

Jakarta Bhayangkara tetap menempati peringkat kedua dengan tujuh poin hasil dari empat kali bertanding. Mereka berada dua poin di bawah pimpinan klasemen Jakarta Lavani Livin Transmedia.

​Kemenangan ini menjadi sorotan utama pada putaran ketiga seri pertama di Bandung, mengingat status kedua tim yang kontras di papan klasemen.

BACA JUGA:Gresik Phonska Plus Unjuk Kekuatan Kandidat Juara, Catat Rekor Kemenangan 100 Persen

​Pada game pembuka, Jakarta Garuda yang mayoritas diisi pemain muda usia, seperti Dawuda, Fauzan Nibras, Haikal, dan Bagas, tampil tanpa beban.

Kehadiran pemain asing mereka, outside hitter Timofei Sokolov, memberikan daya gedor luar biasa. Diluardugaan, skema serangan Jakarta Garuda membuat Rendy Tamamilang dan kawan-kawan kewalahan. Game pertama ditutup dengan kemenangan meyakinkan untuk Jakarta Garuda 25-19.

Tersentak dengan kekalahan di game awal, Pelatih  Jakarta Bhayangkara Reidel Toiran langsung menginstruksikan anak asuhnya untuk meningkatkan tekanan mereka. Nizar Zulfikar sebagai pengatur serangan mulai memanjakan Agil Angga dan Yudha Mardiansyah dengan umpan-umpan matang. Hasilnya, Bhayangkara merebut game kedua dengan keunggulan 25-18.

​Dominasi Bhayangkara berlanjut di game ketiga. Rendy Tamamilang tampil tajam dan membawa timnya unggul jauh 20-16. Meski Sokolov sempat memberikan perlawanan di akhir game, kematangan mental juara bertahan membawa Jakarta Bhayangkara unggul 25-21, sekaligus membalikkan kedudukan menjadi 2-1.

BACA JUGA:Mendominasi Permainan Jakarta Pertamina Enduro Raih Kemenangan Ketiga di Proliga 2026

​Jakarta Bhayangkara sebenarnya berpeluang besar menyudahi pertandingan di game keempat setelah memimpin jauh 13-7.

Namun, momentum berubah saat Pelatih Jakarta Garuda, Nur Widayanto, mengambil time-out krusial, dan meminta anak asuhnya tetap fokus serta tidak terpaku pada selisih angka. 

Perlahan tapi pasti, Dawuda Alahimassalam dan kawan-kawan mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan menjadi 17-17.

Pertarungan sengit terjadi hingga skor 22-22, sebelum akhirnya Jakarta Garuda merebut tiga angka beruntun untuk menang 25-22 dan memaksakan pertandingan ke game kelima.