Uang Passolo, Film Layar Lebar yang Sarat Pesan Sosial dan Budaya
Uang Passolo-Weradio.co.id-YouTube
JAKARTA, Weradio.co.id – Bioskop XXI Blok M Square menjadi salah satu titik yang menyedot perhatian publik, seiring penayangan film nasional terbaru berjudul Uang Passolo, karya sineas muda asal Sulawesi Selatan, Andi Burhamzah.
Di tengah keramaian pengunjung, Ayu Andriani, 34 tahun, seorang ibu muda asal Soppeng, Sulawesi Selatan, yang datang bersama suaminya, Fahmy Nurdin, 46 tahun, baru saja menyaksikan film Uang Passolo di Studio 6 XXI, lantai 5 Blok M Square.
“Baru selesai nonton Uang Passolo. Filmnya sangat dekat dengan realitas kehidupan orang Bugis, terutama soal tradisi dan persiapan pernikahan,” kata Ayu usai pemutaran film.
Menurut Ayu, film tersebut berhasil menggambarkan dinamika kehidupan anak muda Bugis Makassar yang kerap dihadapkan pada tuntutan adat, tradisi, serta ekspektasi keluarga.
BACA JUGA:Rico Michael Hadirkan Film Drama Keluarga Sarat Nilai Moral
Dalam konteks Budaya Bugis, kehormatan keluarga dan gengsi sosial masih menjadi pertimbangan utama, sehingga pilihan pribadi sering kali harus menyesuaikan dengan kehendak orang tua dan nilai leluhur.
“Ceritanya menyentuh. Anak muda digambarkan terikat tradisi, harus menjaga nama baik keluarga. Kadang keinginan pribadi harus dikalahkan demi memenuhi harapan orang tua,” tutur Ayu.
Dia menilai film ini relevan sebagai bahan refleksi, khususnya bagi generasi muda. Pesan moral yang disampaikan dinilainya kuat dan jernih, terutama tentang pentingnya menghormati orang tua serta tidak memaksakan kehendak pribadi hingga mengorbankan nilai kemanusiaan.
“Pesan yang paling kena itu soal jangan memaksakan kehendak sampai membuat ibu kita menangis. Ada hal-hal yang mungkin tidak selalu kita pahami sebagai anak, tapi orang tua pasti punya pertimbangan sendiri,” tambah Ayu.
BACA JUGA:Danur: The Last Chapter, Kisah Kematian yang Mengerikan
Drama Komedi Ringan
Dirilis pada 8 Januari 2026, Uang Passolo dibintangi oleh Imran Ismail, Masita Aspam, Jade Thamrin, Adhy Basto, Tumming Abu, Godfred Orindeod, Reynold Lawalata, serta Sukri Basto.
Film ini memadukan drama dengan sentuhan komedi ringan, namun tetap menyajikan kritik sosial yang tajam dan relevan dengan realitas masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan.
Secara garis besar, film ini mengangkat persoalan tradisi, gengsi sosial, dan tekanan ekonomi dalam prosesi pernikahan Bugis Makassar yang dikenal dengan istilah Uang Passolo.