Kolaborasi dengan Koperasi Konsumen Kana Dorong Gerakan Koperasi Manis

Kolaborasi dengan Koperasi Konsumen Kana Dorong Gerakan Koperasi Manis

Pemerintah, melalui Kementerian Koperasi dan UKM, kini mempercepat proses digitalisasi bagi KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar tampil modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi.-weradio.co.id-Koperasi Kana

Program ini sudah terbukti berjalan. Sebelumnya, Koperasi Konsumen Kana telah menjalin kerja sama dengan 400 KDKMP di Jawa Timur, di mana 12 di antaranya telah menandatangani perjanjian kerja sama pemasaran produk dan pengembangan gerai koperasi.

BACA JUGA:15 Pemain Sudah Gabung Timnas Indonesia, Begini Komentar Patrick Kluivert

Langkah Nyata Perkuat Ekonomi Desa

Tresya menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui koperasi. “Tujuan kami sederhana: memberdayakan KDKMP agar dapat membuka usaha ritel secara berkelanjutan dan sehat,” ujarnya.

Koperasi Konsumen Kana juga menyiapkan peta jalan ekspansi jangka panjang. Hingga tahun 2026, ditargetkan akan terjalin kemitraan dengan 700 KDKMP dengan perputaran dana mencapai Rp.400 miliar.

Pada 2028, potensi kerja sama ditarget naik menjadi Rp. 3 triliun, dan pada 2030, Koperasi Konsumen Kana menargetkan dapat bermitra dengan 40% dari total KDKMP di Indonesia, dengan perputaran dana sekitar Rp20 triliun.

“Kami percaya, kekuatan ekonomi rakyat ada di tangan koperasi. Selama ada sinergi dan sistem yang modern, koperasi bisa bersaing dengan pelaku usaha besar,” tegasTresya.

BACA JUGA:Hasil Sprint Race MotoGP Mandalika: Marco Bezzecchi Bangkit dari Kesalahan untuk Rebut Juara

Digitalisasi, Kolaborasi, dan Harapan Baru

Agenda di Simalungun ini menjadi gambaran bahwa arahgerakan koperasi Indonesia mulai bergeser dari pola tradisional menuju sistem digital yang terintegrasi. Sinergi antara Kementerian Koperasi dan UKM, LPDB, dan pelaku koperasi seperti Koperasi Konsumen Kana menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh.

Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan adopsi Simkopdes dan program kolaboratif seperti Koperasi Manis, koperasi desa kini tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tapi juga pemain aktif dalam rantai pasok nasional.

Transformasi ini menandai babak baru perjalanan koperasi di Indonesia — bukan sekadar gerakan sosial, melainkan gerakan ekonomi modern berbasis kebersamaan dan teknologi.