Berita Salah Satu Media Terkemuka 79% Konsisten Serang Kementan

 Berita Salah Satu Media Terkemuka 79% Konsisten Serang Kementan

Chandra menjelaskan berdasarkan analisis yang dilakukan Kementan, 79% konten Media dimaksud terkait Kementan dibuat dengan framing negatif dan menyerang Kementan.-weradio.co.id-PR

“Mafia pangan pasti terus melawan dengan berbagai cara. Mereka juga aktif membangun dan akan diuntungkan oleh persepsi dan opini negatif tidak berdasar fakta. Mereka adalah musuh utama kesejahteraan petani,” ujar Chandra.

Yakin Menang

Chandra menjelaskan yang sangat penting dari proses hukum di pengadilan ini adalah bahwa publik akan dapat mengikuti dan menyimak fakta dan bukti ketidakprofeaionalan media tersebut. Fakta yang selama ini mereka coba putarbalikkan melalui narasi-narasi di luar pengadilan seperti podcast, akun medsos atau forum diskusi mereka.

Chandra yakin akan memenangkan gugatan karena apa yang dijadikan argumen untuk mengadukan media ini ke Dewan Pers ataupun menggugat ke pengadilan, semuanya faktual. Termasuk argumentasi bahwa produk hasil framing dan sesat pikir media tersebut mempengaruhi moril para pegawai Kementan.

Jajaran Kementan di bawah Amran Sulaiman telah berhasil memulihkan kepercayaan publik setelah badai kasus korupsi masa lalu. Tahun 2025, Kementan kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas laporan keuangan.

KPK memberikan apresiasi atas budaya antigratifikasi dan peningkatan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dinilai baik. Nilai reformasi birokrasi Kementan kembali naik signifikan dengan kategori “Sangat Baik”.

Menteri Amran mencopot dan memecat sejumlah pejabat dan pegawai terlibat korupsi, termasuk dua pejabat yang meminta fee proyek Rp 27 miliar dan tiga pejabat lain yang terlibat kasus Rp 10 miliar.“Tidak ada ampun untuk penyimpangan. Kementan di bawah Amran adalah institusi bersih,” tegas Chandra.

Kementan pun kini mendapatkan apresiasi dan pengakuan publik. Menurut Litbang Kompas (2025) 71,5% masyarakat puas terhadap kinerja Kementan; 77% menilai kesejahteraan petani meningkat. Lembaga CELIOS (2025) menempatkan Mentan Amran masuk 5 besar menteri berkinerja terbaik. Hingga Ketua KTNA menyebut Mentan Amran sebagai “Mister Clean”, simbol ketegasan dan kebersihan birokrasi di Kementan.

“Tuntutan ini bukan tanpa dasar. Semua fakta dan capaian ini adalah bukti kerja nyata Menteri Amran Sulaiman dan seluruh jajaran Kementan. Kami berjuang demi 160 juta petani dan 286 juta rakyat Indonesia yang membutuhkan pangan cukup dan sehat,” ujarnya menegaskan.

Kuasa hukum Kementan ini menegaskan akan berjuang mencari keadilan hingga benar-benar ditegakkan, sebagaimana para pegawai dan petani yang setiap hari bekerja tanpa lelah demi menjaga kemandirian dan swasembada pangan nasional.

“Setiap tetes keringat petani dan pegawai Kementan pantas dihargai, bukan dinodai oleh opini sesat pikir media dimaksud yang nampaknya enggan melihat bangsa ini makin baik. Kami akan berdiri tegak membela kebenaran—bukan untuk pribadi, tapi untuk keadilan dan masa depan pangan Indonesia,” pungkas Chandra.